Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Sejumlah Masyarakat Ajukan Mosi Tidak Percaya pada Keuchik Padang Geulumpang Abdya  

Sejumlah Masyarakat Ajukan Mosi Tidak Percaya pada Keuchik Padang Geulumpang Abdya  

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Sejumlah masyarakat Gampong Padang Geulumpang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengajukan mosi tidak percaya terhadap keuchik gampong setempat.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, kepada anteroaceh.com Rabu (12/2/2020) mengatakan, mosi tidak percaya itu diajukan karena menurut sebagian masyarakat sistem kepemimpinan keuchik gampong itu sudah tidak sesuai lagi dengan harapan.

“Surat mosi tidak percaya sudah ditandatangani oleh sejumlah masyarakat, setelah itu surat tersebut akan diserahkan kepada Camat Jeumpa,” ujar warga tersebut.

Menurutnya masyarakat hanya bisa memberikan laporan, sedangkan untuk memberhentikan keuchik itu adalah wewenangnya Bupati.

“Kita disini tidak ada kapasitas memberhentikan Keuchik, karena itu wewenang Bupati,” tambahnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Padang Geulumpang, Hasbullah saat dikonfirmasi, mengatakan, dirinya tidak mengetahui apa permasalahan masyarakat melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Camat.

“Kalau tertutup masalah desa tidak mungkin, karena apapun kegiatan kita selalu melakukan rapat, misalnya ada pengadaan, kita panggil dengan Babinsa gampong, Tuha Peut, Sekdes dan di Bidang Pelaksananya, bahkan disaat musyawarah Pendamping Lokal Desa (PLD) Pendamping Desa (PD) juga kita undang, mungkin kita tidak tahu undang-undang bisa dijelaskan oleh mereka, dengan tujuan masyarakat tahu kalau kita tidak mengada-ngada” ungkapnya.

Ia juga mengaku, bahwa sebagian masyarakat yang menandatangani surat mosi tidak mengetahui apa-apa. Hasballah mencontohkan, misalnya di Dusun I si A dekat dengan si B, maka dia meminta si A untuk tanda tangan surat mosi tersebut ke B.

“Maksudnya surat yang ditandatangani oleh warga itu penjelasannya tidak jelas, tujuannya mereka tidak tahu. Bahkan saat saya panggil mayarakat tersebut dan menanyakan apa benar orang ini mau turunin saya dari keuchik, mereka menjawab tidak, dan saya kembali menanyakan, kalau tidak ada kenapa bisa menandatangani surat itu, warga mengaku bahwa mereka disuruh oleh sipulan,” pungkas Hasbullah.

Komentar

Loading...