Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Satu Pasien Covid-19 Abdya Tidak Dirawat di Ruang Isolasi Khusus RSUTP

Satu Pasien Covid-19 Abdya Tidak Dirawat di Ruang Isolasi Khusus RSUTP

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Satu pasien yang terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) berinisial MS (55) warga Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak dilakukan perawatan medis di Ruang Isolasi Khusus (RIK) Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP).

Tidak dirawatnya MS diruang RIK RSTUP Abdya lantaran dirinya sedang masa berkabung akibat suaminya inisial Mar (63) yang juga merupakan pasien positif covid-19 yang meninggal dunia.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Abdya, Safliati, SST, M.Kes mengatakan, suami MS juga pasien positif corona yang meninggal dunia sebelum hasil swab tes dari Balitbangkes Aceh keluar.

“Bukan tidak dirawat, tapi saudari MS ini kan sedang masa berkabung, jadi kita meminta kepada pasien ini untuk mengisolasi mandiri aja di rumah untuk sementara, dan sejauh ini kesehatan beliau juga baik-baik saja, sedangkan yang dua orang lagi juga sehat-sehat saja kesehatannya,” ungkapnya saat dikonfirmasi anteroaceh.com, Jum’at (24/7/2020).

Lebih lanjut Safliati menjelaskan, terkait kapan pasien tersebut akan kembali dirawat di RIK RSUTP Abdya, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Sekrektaris Daerah (Sekda) Drs. Thamrin. Kemudian, kata dia, pasien tersebut juga tidak diberikan izin untuk berinteraksi dengan orang lain.

“Kalau petugas untuk memantau pasien itu langsung dari Puskemas Lembah Sabil, dan anak MS juga seorang dokter dan satu lainnya perawat, jadi selama ini mereka sangat kooperatif sama kita,” jelasnya.

Safliati membantah jika semua pasien tidak dilakukan perawatan di RIK RSUTP Abdya. Namun ia mangaku jika dua pasien lagi dengan inisial CY (27) warga Kecamatan Susoh dan ML (40) warga Kecamatan Babahrot sedang dirawat di RIK RSUTP Abdya.

“Kita juga akan terus melakukan swab kepada tiga pasien ini sampai hasilnya keluar negative. Kita juga meminta kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokoler kesehatan, karena kita belum tahu sumber atau clauster mana yang membuat pasien ini terkontaminasi corona, sebab selama ini mereka tidak ada riwayat perjalanan,” pungkasnya.

Komentar

Loading...