Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Sambai Oen Peugagan Primadona Saat Puasa

Sambai Oen Peugagan Primadona Saat Puasa
Sambai Oen Peugagan. Foto: Lala Nurmala/anteroaceh.com

Ceucah oen prugagan atau sambai oen peugagan merupakan penganan yang sangat diburu saat Ramadhan tiba, penganan yang lebih mirip urab sayur ini menjadi menu primadonanya masyarakat Aceh saat Ramadhan. 

Belum sah rasanya menjalani ibadah puasa jika belum berbuka dengan sambai oen peugagan, konon katanya orang-orang terdahulu wajib menyantap penganan ini saat berbuka puasa dihari pertama karena semua daun, bumbu yang diracik untuk sambal ini akan bersaksi di kemudian hari, mengenai benar tidaknya anda bisa menilainya sendiri.

bahan-bahan dan bumbu untuk meracik Sambai Oen Peugagan sangat susah dicari dan semuanya punya khasiat tersendiri untuk tubuh.

Untuk meracik sambai oen peugagan ini memerlukan 44 macam daun selain daun utama; daun peugagan. Ada bermacam-macam jenis daun lainnya seperti daun batang kuda-kuda, daun tapak liman, daun mengkudu, bunga kecombrang, daun jeruk, sereh dan masih banyak lagi yang akan diracik menjadi satu cita rasa.

Semua daun-daun tersebut mempunyai khasiat dan untuk penyajian semua bahan di rajang halus seperti helaian benang, kemudian di tambah rajangan cabai untuk memberi sedikit sensasi pedas sedangkan rasa gurih diperoleh dari taburan kelapa yang sudah di gongseng bersama bumbu-bumbu lainnya. 

Adalah Marlindawati warga asoe lhok, Peuniti yang setiap tahun berjualan menu-menu khas Aceh. Marlindawati adalah penerus dari keluarganya, yang sudah mulai menjual penganan ini sejak Ibrahim Hasan menjadi penguasa di Kuta Raja.

“Saya sudah lama jualan sambai oen peugagan ini, mamak saya sudah mulai jualan sejak jaman Ibrahim Hasan, setelah orang tua meninggal saya yang meneruskan”, ceritanya.

Setiap tahun biasanya Marlindawati mampu menjual hingga 3 talam sambai oen peugagan setiap harinya, namun tahun ini ia hanya mampu menjual 1 talam setiap hari.

“Kalau dulu biasanya setiap hari 3 talam habis, tapi sekarang 1 talam itu pun karena pelanggan yang tiap tahun beli sama saya,” aku Marlindawati.

Meski mengalami penurunan pembeli akibat paparan virus Corona, Marlindawati tetap berjualan mengingat banyaknya pelanggan yang mencari sambai oen peugagan racikannya setiap tahun.

“Saya tetap jualan, sayang pelanggan karna tiap tahun mereka mencari sambai ini dan sambai ini adanya hanya di bulan puasa,” terangnya lagi.

Penganan nan fenomenal dan banyak manfaat ini  sayangnya hanya bisa dinikmati saat Ramadhan tiba, maka tidak heran jika menu ini menjadi menu wajib di kalangan masyarakat Aceh dan menjadi primadona saat Ramadan tiba.

Komentar

Loading...