Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Saksi Sebut Tgk. Janggot Dipukuli Temannya di Dalam Mobil Saat Hendak Divisum

Saksi Sebut Tgk. Janggot Dipukuli Temannya di Dalam Mobil Saat Hendak Divisum

MEULABOH, ANTEROACEH.com - Salah satu mantan anggota Forum Tiga Wilayah (Fortil) Aceh Barat, Darmansyah meyebut Zahidin alias Tengku Janggot dipukuli temannya sendiri dalam mobil saat hendak melakukan visum ke RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya pasca terjadinya kerusuhan di Pendopo Bupati Aceh Barat pada 18 Februari 2020 silam.

Saat itu sebutnya, ia mengaku sebagai supir yang membawa Tgk. Janggot bertemu bupati di pendopo dan juga orang yang terus mendampingi Tgk. Janggot saat dibawa ke rumah sakit bahkan ikut menemani saat melaporkan insiden tersebut ke Polda Aceh.

Dikatakan Darmansyah alias Mancah selesai membuat laporan ke Polres Aceh Barat terkait pemukulan yang baru saja terjadi saat itu, Tgk. Zahidin diharuskan melakukan visum namun, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh saat itu tidak bisa melakukan visum karena tidak ada bekas luka. Atas usulan Akrim, kata Mancah dirinya ditemani tiga orang lain langsung membawa Tgk. Janggot menuju ke RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya.

"Di perjalanan sekira sampai PLTU Nagan Raya kalau tidak salah, ada skenario lagi supaya sampai ke rumah sakit nanti ada bekas untuk mengambil visum di muka. Adalah kawan di samping Tgk Janggot itu memukul-mukul di mukanya sekitar beberapa kali sampai Tgk. Janggot bilang sudah cukup," terang Mancah didampingi kuasa hukum Bupati Aceh Barat, Abdullah Saleh dalam konferensi pers di Meulaboh, Selasa (12/1/2020).

Ia tidak mau menyebutkan nama orang yang melakukan pemukulan tersebut. Bukan hanya satu orang, tapi temannya satu lagi tak disangka juga ikut memukul wajah Tgk. Janggot sekali dengan maksud memberikan contoh pemukulan yang benar agar segera dapat divisum. 

"Tapi di BAP sudah ada, saya juga sudah sebutkan disana cuma kemarin itu kan hanya satu yang saya sebutkan tapi ini ada dua orang, nanti bisa kita buktikan. Itu orang yang melakukan pemukulan di dalam mobil," ungkapnya lagi.

Walaupun mereka telah melakukan segala upaya, tetap saja sesampai di RSUD SIM Nagan Raya, dokter tidak dapat melakukan visum di wajah Tgk Janggot dan sampai saat ini hanya hasil visum di wajah yang tidak keluar. Tak sampai disitu, Tgk Janggot tetap dibuat untuk bisa dirawat di sana minimal 3 hari untuk dapat menaikkan laporan ke polisi.  

"Itu 3 hari dirawat, satu infus itu tidak habis karena infus itu tidak kita jalankan karena orang tidak sakit. Demi Allah ini yang saya katakan beliau memang tidak sakit. Sakit yang dilihat di video ataupun di foto itu semua rekayasa yang dibuat oleh sekelompok orang itu," tegasnya lagi.

Hari kedua, sebutnya beliau juga sempat ingin keluar dari rumah sakit sampai saya tegur karena bisa ketahuan melalui CCTV disana. Kemudian oksigen yang katanya dipakai karena ia mengalami sesak napas juga tidak difungsikan. Tidak sampai disitu, selama pengurusan pembayaran juga sebutnya obat yang diberikan sama sekali tidak diminum. Bahkan pertama kali sampai di RS, ia diperintahkan Akrim untuk terus memantau Tgk. Janggot agar tidak ada satupun media dari Meulaboh untuk meliput.

"Ada buktinya ada videonya sama saya. Yang kita bilang ini yang ada. Yang tidak ada saya juga tidak berani bilang, nanti salah-salah," pungkas Darmansyah.

Dalam konfrensi pers itu kuasa hukum Bupati Aceh Barat, Abdullah Saleh menghadirkan tiga orang saksi yang mengetahui peristiwa itu yakni; Darmansyah, Safrizal dan Al Anis.

Menurut  Abdullah Saleh klarifikasi ini perlu dilakukan agar tidak membentuk opini secara sepihak.

"Selama inikan dari pihak Tgk Janggot melalui pengacaranya, melalui saksi terlalu sering memberikan keterangan pers  akhirnya seolah-olah membentuk opini secara sepihak. Jadi oleh kami memandang perlu melakukan klarifikasi termasuk menyampaikan informasi kepada publik tentang pengaduan balik oleh Bupati Ramli ke Polres Aceh Barat," papar Abdullah Saleh.

Komentar

Loading...