Sah, Pengancam Penjual Obat di Aceh Utara adalah Penderita Gangguan Jiwa 

Sah, Pengancam Penjual Obat di Aceh Utara adalah Penderita Gangguan Jiwa 
Tersangka (disamping polisi) diserahkan ke keluarga di Nurussalam Aceh Timur

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Penyidik Satreskrim Polres Aceh Utara akhirnya menghentikan penyidikan perkara kasus pengancaman terhadap penjual obat kuat di Keude Sampoiniet, Baktia Barat, Aceh Utara  yang berakibat korban meninggal dunia tahun 2020, karena pelakunya sah didiagnosa gangguan jiwa.

Baca: Obat Kuat Tak Mujarab, Seorang Pembeli di Aceh Utara Ancam Penjual Dengan Pisau Hingga Meninggal

“Kasus ini harus dihentikan, karena tersangka didiagnosis derita  gangguan jiwa.Perbuatan tersangka dianggap tak dapat  dipertanggungjawabkan secara hukum,” ungkap Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi.

Beberapa waktu lalu pihak membawa tersangka Nurdin, 47 tahun Nelayan asal Seumatang Aron Kecamatan Nurussalam Aceh Timur dibawa ke RSJ  di Banda Aceh untuk proses pemeriksaan medis dan observasi. Kemudian hasil medik psikiatrik turun dan menyebutkan   tersangka  mengalami gangguan jiwa tipe manik.

“Tingkah laku tersangka  tidak terkendali berupa tindakan pengancaman berhubungan erat dengan terganggunya fungsi mental secara keseluruhan. Pada 19 Maret lalu  Nurdin telah serahkan pada pihak keluarga,” kata Kasat.

Sebelumnya, Nurdin ditangkap Polisi  usai insiden pengancaman Tgk Abdurrahman (72) seorang penjual obat kuat pada kamis 31 Desember 2020 lalu. Pelaku mengacungkan pisau dan mengancam akan menikam korban hingga korban syok dan meninggal dunia seketika.

Pelaku mengaku kesal, karena obat kuat yang dibeli dari korban tidak berkhasiat. Korban adalah warga Gamponng Matang Sijeuk, Kecamatan Baktia Barat.

Komentar

Loading...