Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Sabu 1 Kg Asal Aceh Masuk Kalteng Ternyata Dikendalikan Napi

Sabu 1 Kg Asal Aceh Masuk Kalteng Ternyata Dikendalikan Napi
Pasutri HA dan SI membawa sabu dari Aceh seberat 1 kg ditangkap di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

ANTEROACEH.com - Bandar narkoba di Kalimantan Tengah yang telah menjalani hukuman kurungan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) ternyata masih bisa berbinis sabu, bahkan mampu mengendalikan peredaran sabu meski di dalam jeruji besi dan dijaga petugas.

Ini diakui oleh beberapa orang tersangka yang hingga Jumat (12/7/2019) masih diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng yang dalam satu bulan ini mengamankan enam orang jaringan pengedar narkoba dari Aceh, Pontianak dan Banjarmasin.

Baca:Sembunyikan Sabu di Sepatu, Kurir Narkoba Asal Aceh Utara Ditangkap BNN di Kalteng

Para pelaku itu mengaku berani memasukkan barang haram hingga 1,6 kilogram atas kendali napi dalam lapas narkoba setempat.

Setidaknya, pengakuan tersebut diungkapkan, pasangan suami istri yang memasukkan narkoba jenis sabu hingga 1 kg dari jaringan aceh yakni HA dan SI warga Palangkaraya yang ditangkap karena membawa hingga 1 kg sabu dari aceh dan ditangkap saat di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, belum lama tadi.

Keduanya, mengaku sabu yang saat ini diamankan BNN tersebut merupakan perintah dari Napi yang ada di Lapas Narkoba Kasongan untuk diberikan kepada seseorang di Kalteng.

"Kami hanya diperintah saja oleh AE di Lapas Kasongan dan dijanjikan imbalan uang, untuk membawanya ke Palangkaraya," ujar HA.

Pengakuan pengedar Narkoba yang tertangkap oleh BNN ini bukan hanya sekali ini saja, tetapi sudah berulang kali.

"Ya, kedua tersangka saat diintrogasi mengaku barang haram tersebut merupakan perintah dari saudara AE salah seorang penghuni Lapas Narkoba Kasongan," ujar Kepala BNN Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri S.

Tidak hanya itu, Kepala BNN Kalteng ini juga menegaskan, salah satu tersangka jaringan pengedar narkoba Banjarmasin yang ditangkap dengan inisial JK mengaku membawa barang haram tersebut atas perintah FA Napi Lapas Palangkaraya.

"Ini sudah kejadian yang kesekian kalinya, peredaran narkoba di Kalteng yang dikendalikan Napi melalui telepon selular dari dalam Lapas," ujarnya.

Sumber:tribunnews.com

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...