Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Rokhmin dan Mimpi Aceh Selatan Hebat 

Rokhmin dan Mimpi Aceh Selatan Hebat 

Oleh: Alja Yusnadi 

Namanya Rokhmin Dahuri, lengkap dengan gelar akademik: Prof.,Dr.,Ir., Rokhmin Dahuri, MS. Deretan panjang gelar itu menunjukkan siapa sebenarnya sosok yang bersahaja ini. 

Ya, Rokhmin merupakan guru besar di Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Pria asal Cirebon ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencerdaskan anak bangsa, di bidang perikanan dan kelautan. 

Rokhmin kecil hidup di tengah-tengah keluarga nelayan. Ayahnya, merupakan seorang nelayan.

Di luar akademisi, Rokhmin juga dikenal sebagai salah satu politisi PDI Perjuangan. Dia memimpin Bidang Kemaritiman. 

Kalau tidak salah, sudah 3 periode Rokhmin memimpin bidang yang mengurus hal yang berkaitan dengan kelautan, perikanan, dan nelayan.

Rokhmin memiliki kedekatan khusus dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Di kabinet Gotong Royong, Mega mendapuk Rokhmin sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Hubungan itu terus berlanjut, bahkan setelah Megawati tidak lagi menjadi Presiden. Pun sampai sekarang, Rokhmin sering mendampingi Mega dalam setiap kunjungan intelektualnya ke luar negeri. 

Beberapa diantaranya: Mega diundang menjadi pembicara kunci, dalam konferensi perdamaian dunia di China. Penganugerahan Doktor Honoris Causa dari SOKA University, Tokyo, Jepang untuk Mega. 

Mega juga diundang sebagai pembicara utama dalam Forum Internasional DMZ untuk Ekonomi Damai yang diselenggarakan oleh The Korean Institute for International Economy Policy (KIEP) dan National Research Council for Economics, Humanities, and Sosial Sciens (NRC). 

Mega menjadi pembicara bersama dengan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, dan beberapa tokoh lainnya.

Kesemua itu, ikut didampingi Rokhmin. 

Keberadaan Rokhmin sebagai Ketua Bidang Maritim ikut memberikan gagasan kepada pemerintah Jokowi-Makruf. Setidaknya, ada beberapa program yang telah disusun.

Pertama, peningkatan kesejahteraan nelayan yang meliputi kemudahan perizinan usaha tangkap ikan‎: pembentukan koperasi nelayan untuk sarana produksi murah serta untuk pengolahan hingga pemasaran produk nelayan. 

Kedua, revitalisasi usaha perikanan budidaya demi meningkatkan produktivitas, efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan. Disertai pembentukan manajemen rantai pasok terpadu.

Ketiga, melakukan ekstensifikasi usaha perikanan budidaya di kawasan perairan baru.

Keempat, mengembangkan usaha perikanan budidaya dengan spesies-spesies baru yang secara ekonomi diterima pasar dunia.

Kelima, mengembangkan usaha menjual sarana produksi perikanan disertai pengembangan basis-basis pengolahan produknya. 

Keenam, revitalisasi pengolahan ikan tradisional (ikan asin, ikan kering, ikan asap), supaya produknya berdaya saing dan kompetitif di pasar dunia.

Ketujuh, mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan modern seperti tempura, surimi based product, pengalengan, dan lain-lain. 

Kedelapan, melatih generasi milenial untuk menjadi pemandu wisata bahari semacam snorkeling, diving, sailing, dan surfing.

Kesembilan, membangun dan mengoperasikan home stays yang bersih, sehat, nyaman, indah, aman, dan mempesona. 

Kesepuluh, revitalisasi pelayaran rakyat supaya lebih kompetitif di era industri 4.0.

Kesebelas, mengembangkan usaha transportasi laut.

Saya kurang tahu, apakah isu kemaritiman itu sudah ditampung di dalam program kerja Kementrian Kelautan dan Kelautan.

Rokhmin memang tidak menjadi menteri kelautan dan perikanan lagi, seperti di kabinet Gotong Royong, walau sempat beredar nama menjelang pengumuman oleh Presiden. 

Namun, ide dan gagasan Rokhmin tetap dibutuhkan. Sekarang, Rokhmin didaulat menjadi Koordinator Staf Ahli Menteri Perikanan dan Kelautan, Edi Prabowo. Secara partai memang berbeda, Rokhmin PDI Perjuangan, Edi Gerindra. 

Saat Pilpres, bersiteru, habis-habisan. Sekarang, Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra, “Komandan” nya Edi sudah dilantik menjadi Menteri Pertahanan, membantu pemerintahan Jokowi-Makruf yang menjadi rivalnya pada Pilpres lalu.

Singkat kata, Kerjasama Edi-Rokhmin diharapkan dapat menambah daya selam Kementrian Kelautan dan Perikanan, tidak hanya menenggelamkan kapal asing ataupun jual-beli benur saja.

Apa pula kaitannya dengan Aceh? Rokhmin, tidak asing lagi dengan Aceh. Entah sudah berapakali dia ke Aceh. Seingat saya, pada masa Bupati Azhar Abdurraman, Rokhmin pernah membantu Pemerintah Aceh Jaya.

2017, Rokhmin juga sudah ke Aceh Selatan. Saat itu, melantik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) Aceh Selatan, Rokhmin adalah Ketua Umumnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, Rokhmin bersama Sri Rahayu yang Wakil Ketua Komisi IX DPR dan Juliari P Batu Bara yang Menteri Sosial itu paling sering datang ke Aceh.

Aceh, sebagaimana kita ketahui adalah daerah minor bagi partai moncong putih itu. tidak ada perwakilan di DPR, hanya 1 orang anggota DPRA, dan hanya beberapa orang anggota DPRK. Ditambah lagi, tidak ada perwakilan Aceh di DPP.

Aspirasi orang Aceh melalui PDI Perjuangan untuk Pemerintah agak tersendat, hanya mengandalkan struktural partai, yang secara khusus juga tidak memiliki jaringan yang luas.

Makanya, turunnya salah satu Pengurus DPP PDI Perjuangan ke Aceh, menjadi pelepas dahaga bagi Struktural dan kader partai, termasuk kunjungan Prof. Rokhmin beberapa hari yang lalu.

Lihat saja, bagaimana Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Selatan menyambut kedatangan Prof. Rokhmin di rumah dinas. 

Kemarin itu, Rokhmin melakukan kunjungan kerja sebagai Koordinator Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan. Di Aceh Selatan, Rokmin dan rombongan sudah melihat beberapa Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Aceh Selatan.

Mulai dari Bakongan, Kuala Tuha, Lhokrukam, Sawang Bau, Labuhanhaji. Masing-masing TPI itu mewakili setiap daerah pemilihan.

Aceh Selatan, memiliki garis pantai terpanjang di Aceh. Rokhmin berjanji akan memperjuangkan pembangunan Aceh Selatan, terutama sektor kelautan dan perikanan.

Jika ini berhasil, tentu akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan kelautan dan perikanan Aceh Selatan. 

Pun menjadi tambahan energi untuk kader PDI Perjuangan, partai yang menaungi Rokhmin. Kredit point harus kita berikan kepada Tgk. Amran, Bupati Aceh Selatan dan Tgk. Abrar Muda, Ketua MPP PNA yang juga tokoh Aceh Selatan yang telah membangun komunikasi yang intensif dengan Rokhmin. 

Saya kira, peluang itu terbuka lebar, tidak terbatas di sektor kelautan dan perikanan saja. Sebagai Penasehat Khusus Bupati Aceh Selatan, tentu Prof.,Dr.,Ir.,Rokhmin Dahuri, MS akan berjuang maksimal untuk membantu pembangunan Aceh Selatan Hebat. Semoga!!!

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...