Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Rohingya di Aceh  Tanggung Jawab  UNHCR, Bukan Indonesia

Rohingya di Aceh  Tanggung Jawab  UNHCR, Bukan Indonesia

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Pihak yang paling bertanggungjawab soal penanganan hampir 400 Rohingya yang saat ini ditampung di Kamp BLK Kandang, Lhokseumawe adalah UNHCR, bukan pemerintan Kota Lhokseumawe atau pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Ketua harian Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeru (PPLN) Kemenko Polhukam RI Ramadansyah pada  Diseminasi Penanganan Kejahatan Lintas Negara Penyelundupan Manusia yang digelar Kemenko Polhukam di Kampus Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe,  Rabu (18/11/2020).

“UNHCR diberi wewenang  dan mandat oleh PBB untuk mengurus warga asing yang terdampar. Indonesia tidak punya kewajiban mengurus hampir 400 Rohingya yang ditampung di Lhokseumawe. Namun Indonesia memiliki jiwa sosial menerima WNA  asal Myanmar  tersebut,” ungkap Ramadansyah.

Dijelaskan juga sejumlah kasus tindak pidana penyelundupan manusia di Indonesia  telah diadili di pengadilan.  Termasuk sejumlah kasus upaya penyelundupan manusia Rohingya yang saat ini sedang ditangani Polda Aceh.

Sementara Direktur HAM dan Kemanusiaan, Kemlu RI  Achsanul Habib menyampaikan konvensi pengungsi 1961 dan protokol 1967 dibentuk awalnya  sebagai respon terhadap  penanganan pengungsi di Eropa setelah  perang dunia ke II. Konvensi itu sebagai pengakuan hak mencari suaka dan menghindari persekusi di negara asal.

Menurutnya, jumlah negara yang meratifikasi konvensi sebanyak 146 negara.  Indonesia tidak termasuk didalamnya seperti 9 negara ASEAN lainnya.

Dijelaskan, negara yang ikut konvensi melakukan pemulihan hak kependudukan (identitas, dokumentasi, perjalanan dan menikah), memberikan akses pendidikan, bantuan kebutuhan dasar akses lapangan pekerjaan dan  akses ke lembaga peradilan.

“Sedangkan Indonesia masuk konvensi itu. sedangkan saat ini kita menampung  13.745  pengungsi  yang mencari suaka ke 48 negara. 921 diantaranya pengungsi Rohingya,  termasuk  400  Rohingya yang kini ditampung di BKL Lhokseumawe,” jelasnya.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...