Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Remaja Aceh Utara yang Disyahadat Haji Uma Tak Mau Tinggal di Kampung, Ini Alasannya

Remaja Aceh Utara yang Disyahadat Haji Uma Tak Mau Tinggal di Kampung, Ini Alasannya

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - SB, remaja Aceh Utara yang sempat pindah keyakinan kemudian disyahadat kembali oleh anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma mengaku tidak mau tinggal di desa kelahirannya yaitu Gampong Tanjong Manuang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, walau dirinya sudah diboyong pulang ke rumah dan dipertemukan dengan keluarganya pada Minggu (9/2/2020).

SB berdalih, tidak mau lagi pulang ke kampung halamannya itu, karena takut terjadi intimidasi terhadap dirinya atau kepada keluarga besarnya setelah kejadian pindah keyakinan itu viral di media sosial.

“Dia (SB) sekarang masih ikut saya, dan belum berani tinggal di kampung, karena takut  terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap dirinya dan keluarga besar, ya seperti intimidasi,” terang Haji Uma, Senin (10/2/2020).

Menurut Haji Uma, keputusan SB itu lumrah mengingat efek yang timbul setelah kejadian tersebut membuat banyak tudingan miring terhadap remaja putus sekolah itu. Termasuk komentar-komentar bernada negatif di media sosial. “Jadi sangat wajar, SB dan keluarga takut,” jelasnya lagi.

Haji Uma meminta, semua pihak tidak lagi mendiskriminasi SB, karena yang bersangkutan telah kembali menjadi muslim dan semuanya pihak harus intropeksi agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa menimpa generasi muda Aceh di perantauan.

Untuk diketahui, Anggota DPD RI, Sudirman alias Haji Uma  berhasil membawa pulang SB remaja asal Aceh yang pindah keyakinan ke kampung halamannya di Gampong Tanjung Manuang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara,  Minggu siang.

Kedatangan rombongan dari Jakarta itu disambut langsung Akmal Daud dan Abdul Rafar dari relawan PSM Kecamatan Tanah Jambo Aye, unsur TNI/Polri, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin, dan massa dari masyarakat sekitar yang ingin melihat langsung kehadiran SB dan Haji Uma.

“Tadi SB sudah bertemu dengan nenek dan Mak Cik nya di rumah. setelah pertemuan itu, SB kembali ikut rombongan bersama Haji Uma,” terang Abdul Rafar.

Menurutnya, pertemuan SB dengan keluarganya berlangsung haru, Karena apalagi setelah lama tak jumpa sang anak dikabarkan telah berpindah keyakinan. “kami masyarakat Tanah Jambo Aye, berterima kasih kepada Haji Uma karena telah berusaha membantu warga kami kembali ke keyakinan Islam dan pulang ke Aceh, semoga amal tersebut mendapat balasan dari Allah SWT,” ucap Abdul Rafar.

Sebelumnya, SB sempat dibawa bertemu  Tgk H Muhammad Ali atau akrab disapa Abu Paya Pasi di Dayah Bustanul Huda , Gampong Alue Cek Doi, Julok, Aceh Timur. Setelah mendapatkan siraman rohani, SB ditawarkan ulama kharismatik itu untuk menempa pendidikan agama Islam di dayahnya.

Sementara itu Haji Uma menjelaskan, SB sepakat tidak kembali lagi ke Jakarta  dan ingin kembali bersekolah di Aceh. Khususnya sekolah kejuruan seperti SMK  agar mendapatkan kecakapan khusus. Selain bersekolah, SB juga ingin kembali belajar agama.

“Namun soal dimana dia nantinya bisa mengenyam pendidikan akan kita musyawarahkan dengan sejumlah pihak, termasuk untuk mencari solusi biaya makan dan pendidikannya nanti,” terang Haji Uma.

Sebelumnya dikabarkan , SB telah disyahadat kembali oleh Haji Uma pada Jumat lalu di Jakarta. Sebelumnya kabar SB yang telah berpindah keyakinan dari Islam ke Nasrani viral di media sosial. Remaja tanggung itu berdalih pindah keyakinan hanya karena masalah ekonomi dan kecewa terhadap orang yang tidak menolongnya saat tiba di Jakarta, hingga akhirnya ia bertemu majikan yang membiayai hidupnya.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...