Putri Aura Dirujuk ke Banda Aceh

Putri Aura Dirujuk ke Banda Aceh
Sekdakab Aceh Utara Murtala di RSUD Cut Meutia saat melepas Putri ke Banda Aceh (Foto: Sirajul Munir/anteroaceh.com)

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Bocah penderita tifus akut dan gizi buruk Putri Aura akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh pada Jumat 2 April lalu, setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Cut Meutia, di Lhokseumawe.

Saat hendak dirujuk Putri Aura sempat ditemui oleh Sekdakab Aceh Utara Murtala didampingi unsur Rumah Sakit Umum Cut Meutia dan Humas Jalaluddin SKM. 

“Alhamdulillah, pasien Putri sudah dirujuk ke Banda Aceh untuk mendapatkan rawatan intensif, dilepas langsung oleh bapak Sekda,” jelas Jalaluddin.

Sebelumnya sejumlah pihak juga telah mengunjungi bocah tersebut di rumahnya di Gampong Meunasah Trieng Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara. Seperti Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dan Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto.

Pengakuan Bukhari (40) ayah Putri Aura, anak sulungnya itu sudah setahun menderita sakit , diawali dengan demam tinggi  dan sempat diobati dengan obat resep bidan kampung. Kemudian pernah dibawa ke rumah sakit, namun hanya rawat jalan.

Kondisi miskin dan tidak punya uang cukup membuat Bukhari hanya mampu mengobati Putri dengan cara seadanya. Namun sejak beberap bulan terakhir, Putri hanya terbaring lemas di rumah. Ia tak lagi mampu bicara, makan , minum dan berjalan. 

Tubuhnya sangat kurus, tidak ada lagi otot, bahkan terlihat seperti kulit membungkus tulang. Kabarnya Putri juga menderita sakit paru. Sehingga ia sering muntah saat menelan makanan.

“Saya tidak berani minta bantuan ke perangkat desa, takut saya diejek warga tak mampu obati anak, makanya saya tak melapor,” ujar Bukhari.

Bukhari mengaku hanya buruh upah di sawah di kampunya, ia juga kerap bekerja serabutan untuk mendapatkan rupiah. Selama Putri sakit ia mau bekerja apa saja, untuk mendapatkan tambahan agar bisa membawa anaknya berobat.

Ia berharap dengan bantuan dari Pemkab Aceh Utara dan pihak lainnya, anaknya kembali sembuh dan bisa kembali melanjutkan pendidikan sekolah dasar. 

“Saya hanya butuh biaya akomodasi selama menjaga anak di rumah sakit , karena obat dan rawatan sudah ditanggung pemerintah,” ungkapnya.

Komentar

Loading...