Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pupuk Senilai Rp.109 juta Tak Kunjung Tiba, Masyarakat Jeumpa Barat Abdya Tuding Mantan Sekdes Bohong

Pupuk Senilai Rp.109 juta Tak Kunjung Tiba, Masyarakat Jeumpa Barat Abdya Tuding Mantan Sekdes Bohong
Ketua Tuha Peut, Sulaiman dan Ketua Pemuda Zainal Arifin serta tokoh masyarakat Jeumpa Barat saat menjelaskan persoalan pupuk kepada awak media.

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Masyarakat Gampong Jeumpa Barat, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan pengadaan pupuk NPK senilai Rp.109 juta atau 11 ton yang dilakukan oleh mantan Sekdes setempat, Said Fahmi. Karena hingga akhir tahun 2020 ini pupuk itu belum jelas muaranya.

Pengadaan pupuk untuk masayarakat itu bersumber dari anggaran dana desa (DD) tahun 2020 dan sudah ditarik oleh Sekdes pada awal tahun untuk dibelikan ke pupuk.

Ketua Tuha Peut Jeumpa Barat, Sulaiman mengatakan pengadaan pupuk NPK itu dilakukan langsung oleh Said Fahmi yang saat itu menjabat Sekdes.

"Jumlah pupuknya 11 ton lebih, tapi anehnya hingga kini pupuk tersebut belum ada, padahal uang sudah ditarik semua oleh yang bersangkutan," ungkap Sulaiman, Kamis (12/11/2020).

Sulaiman mengatakan pengadaan pupuk itu juga tidak melibatkan tuha peut karena diambil alih sepenuhnya oleh Sekdes.

"Untuk masalah pengadaan pupuk itu, seterusnya kami tidak tau, karena kami tidak dilibatkan. Tapi setelah dipertanyakan oleh masyarakat, Said Fahmi terkesan berkilah dengan mengatakan pupuk lagi dipesan ke Medan," terangnya.

Pada awal bulan Mei 2020 masyarakat sempat mempertanyakan pupuk itu namun Said Fahmi berjanji pupuk tersebut akan sampai ke Gampong Jeumpa Barat pada akhir bulan Mei.

"Pupuk itu untuk padi pada musim tanam awal tahun. Tapi anehnya padi sudah panen dan sudah masuk musim tanam kedua, pupuk itu belum juga sampai. Dan yang bersangkutan terus berjanji kepada masyarakat kalau pupuk itu akan sampai," paparnya.

Kepada masyarakat Said Fahmi juga sempat memperlihatkan kwitansi pembayaran pupuk itu namun disana hanya tertulis Rp. 63 juta berbeda dengan jumlah uang yang telah ditarik Rp.109 juta.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pemuda Jeumpa Barat, Zainal Arifin. Ia memengatakan, permasalahan pupuk itu sudah pernah dilaporkan ke camat. Saat itu, Camat berjanji akan melanjutkan aduan masyarakat tersebut ke kabupaten.

Sementara itu Camat Jeumpa, T. Nasrul membenarkan jika masyarakat sudah pernah melaporkan persoalan tersebut kepdanya.

"Benar mereka ada ke kantor, dalam hal ini mereka meminta langkah dan sikap-sikap kita, sementara kita juga sudah menyahuti keluhan masyarakat dan akan kita teruskan ke Kabupaten," jelasnya.

Nasrul juga mengaku, sudah melakukan pemanggilan aparatur gampong Jeumpa Barat untuk mempertanyakan perihal permasalahan penyaluran pupuk yang hingga kini belum disalurkan tersebut.

"Jadi mengingat jawaban dari aparatur yang kurang memuaskan, maka sikap kita akan berkonsultasi dengan Kabupaten mengenai langkah-langkah apa yang harus diambil sehingga penyaluran pupuk kepada masyarakat segera disalurkan," jelasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, anteroaceh.com belum berhasil mengkorfirmasi Keuchik dan mantan Sekdes gampong Jeumpa Barat. Pasalnya, saat dihubungi nomor Keuchik tersambung namun tidak diangkat.

Sementara, nomor mantan Sekdes Said Fahmi tidak bisa dihubungi, pesan yang dikirim ke WhatsApp-nya juga ceklis satu.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...