Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

PUPR Lhokseumawe Kembali Klarifikasi Perkara Batu Gajah Cunda-Meuraksa

PUPR Lhokseumawe Kembali Klarifikasi Perkara Batu Gajah Cunda-Meuraksa

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe Safaruddin kembali mengeluarkan statemen terkait realisasi proyek Batu Gajah pengaman pantai Cunda- Meuraksa tahun 2020 yang saat ini sedang diselidiki jaksa.

Safaruddin menegaskan kembali proyek senilai Rp 4,8 miliar tersebut tidak bermasalah, apalagi disebut fiktif. Hanya saja saat pelaksanaan ditemui kendala berupa lahan milik warga yang belum dibebaskan, kemudian faktor perubahan kontur alam.

“Tidak ada masalah dengan proyek itu apalagi disebut fiktif, karena  fakta lapangan ada hasil  pekerjaannya dan tidak mungkin fiktif. Malah hasil pekerjaannya melewati target , bahkan volumenya lebih,” tegasnya lagi, Jumat (29/1/2021).

Ia menerangkan untuk melanjutkan pekerjaan lanjutan tahun 2019 rekanan  terpaksa melakukan pemasangan batu memutar arah dari bibir pantai untuk membuka jalur dan memudahkan alat berat membawa material ke lokasi, maka secara otomatis harus membangun tanggul baru yang akhirnya menjadi proyek tahun 2020.

Alhasil, realisasinya proyek  tahun 2019 kelebihan dilaksanakan sampai 117 meter dan proyek tanggul tahun 2020 kelebihan kerja sampai 140 meter. 

“Begitulah kondisinya, jadi sebenarnya proyek ini tidak terindikasi korupsi . Ini hanya masalah administrasi saja. Karena terhambat lahan warga dan faktor alam yang telah berubah. Saya perlu klarifikasi dan meluruskan karena tidak  seburuk yang dibayang,” terangnya.

Safaruddin juga menyampaikan, pengembalian uang proyek oleh pihak rekanan dalam hal ini PT Putra Perkasa Aceh (PPA) hanya karena terdorong isu yang berkembang di media massa dan masyarakat bahwa proyek itu seakan-akan terindikasi korupsi.

“Haji Mukhlis mengembalikan dana itu ke Kas daerah bukan merasa bersalah, tapi karena seakan-akan proyek itu terindikasi korupsi, dan itu juga sebagai bukti bahwa rekanan bersikap kooperatif dan taat hukum serta tidak pernah berniat melakukan kesalahan,” tegasnya lagi.

Safaruddin berharap semua pihak untuk cerdas menanggapi masalah tersebut,  tidak termakan informasi miring yang menimbulkan salah pemahaman.

Komentar

Loading...