Punya Palu tapi Dahlan Tak Tahu

Punya Palu tapi Dahlan Tak Tahu

KEMARIN petang, Senin 5 Juli, netizen dibuat heboh setelah Dahlan Jamaluddin menggelar konfrensi pers di ruang Media Center Sekretariat DPRA.

Konfrensi pers itu berlangsung usai Dahlan memimpin Paripurna pembentukan Pansus Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

Dalam kesempatan itu Dahlan menyampaikan beberpa poin.

Tapi yang menarik soal ketidaktahuan Dahlan terkait adanya ‘pembengkakan’ anggaran untuk fasilitas rumah dinasnya sebagai Ketua DPR.

Bahkan ia menegaskan tidak pernah meminta sejumlah fasilitas itu.

Sejurus kemudian warganet mulai 'meunyet-nyet'. Rata-rata mereka mempertanyaan pernyataan Dahlan soal anggaran perabotan yang mencapai Rp.1,2 miliar itu.

Dalam daftar belanja rumah dinas ketua itu tercantum untuk membeli jam dinding saja dibutuhkan uang Rp.12 juta, ambal/karpet Rp.140 juta, lemari pakaian Rp.150 juta dan lain-lain pokoknya total ada 1 miliar lebih.

Pengakuan Dahlan itu agak diragukan,  karena jelas politisi Partai Aceh itu saat ini ‘pemilik’ palu pengesahan APBA. Jadi hampir mustahil ia tak tau soal itu atau patut dicurigai pengesahaan APBA tidak melalui pembahasan secara menyeluruh atau ‘gelondongan’.

Bahkan ada netizen yang mengusulkan Ketua Dahlan menambah tim ahli khusus membaca rancangan APBA supaya tak ada yang terlewatkan apalagi yang berkaitan dengan urusan ‘rumah tanggannya’ seperti pembelian karpet, wallpaper dan sofa rumah dinas yang ia tempati saat ini.

Bahkan pada kesempatan itu Dahlan mengaku beberapa pekan lalu ada yang mendatangi rumah dinasnya ingin memasang karpet dan walpaper tapi ia menolak karena merasa tidak membutuhkan itu.

Disisi lain siapa yang menyuruh ‘tukang-tukang’ itu ke rumah Dahlan?. Atau ada yang tengah memberi surprise untuk Dahlan.

Tapi mengutip status facebook Kolumnis anteroaceh.com, Alja Yusnadi, ia menduga penyelenggaraan rumah dinas Ketua DPRA itu menjadi tanggungjawab bagian umum atau bagian lain di Sekretariat DPRA, dan itu dibawah kontrol Sekwan.

Tapi apa mungkin orang ‘kantor’ Dahlan tak mengabari Dahlan soal tukang ini itu yang akan melakukan sejumlah pemasangan fasilitas ‘mewah’ di rumahnya. Atau hanya saling pura-pura tidak tahu.

Memang pada sesi itu Dahlan juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Dan ia mengatakan tidak akan menerima fasilitas yang tidak dibutuhkan itu apalagi dengan nilai fantastis pula.

"Saya selaku ketua DPR memohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Dahlan.

Dahlan meminta pengadaan barang dan jasa di rumah jabatan Ketua DPRA itu tidak perlu dipaksakan untuk dilaksanakan.

Iklan Bank Aceh Idul Adha 1442

Komentar

Loading...