Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Warga Tanah Jamboe Aye Minta Pemerintah Bangun Pintu Air

Puluhan Hektar Tanaman Padi Terendam Air Asin Tiap Tahun

Puluhan Hektar Tanaman Padi Terendam Air Asin Tiap Tahun
Lokasi pembangunan pintu air yang dibutuhkan warga.

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Warga Gampong Tanjong Menuang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan tanaman padi mereka kerap gagal panen akibat terendam air asin.

Geuchik Tanjong Menuang, Usman, Jumat (14)2/2020) menyebutkan, tanaman padi yang kerap terendam air asin tersebut meliputi tiga gampong, yaitu Gampong Tanjong Dalam Utara, Matang Jurong dan Tanjong Menuang.

"Di Gampong Tanjong Menuang ini sendiri ada sekitar 10 hektar area (Ha) yang terendam air asin pada tahun 2018 dan tahun 2019 lalu hingga tanaman padi gagal panen," ujar Usman.

Usman mengatakan, air asin masuk ke area sawah warga melalui jaringan pintu air yang terletak di Gampong Tanjong Meujei. Air asin meluap ketika air tawar telah mengering.

"Tiap tahun tanaman padi mati karena air asin. Di tanggul itu (Gampong Tanjong Meunjei), pintu air lama yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat sudah tidak berfungsi, sehingga tidak mampu menahan air asin yang masuk ketika air tawar habis," ungkapnya.

Usman menambahkan, pihaknya berharap kepada pemerintah untuk segera membangun pintu air berbentuk pintu ayunan. Artinya, ketika air tawar habis, pintu tersebut dapat tertutup secara otomatis menahan air asin.

Hamdani, warga Gampong Tanjong Meujei, saat ditemui di lokasi mengaku sangat kewalahan menghadapi hal itu. Tanaman padi miliknya sekitar 7 ribu meter pada tahun lalu hangus.

"Dua kali musim panen yang parah. Ketika air asin masuk ke areal sawah, sekitar seminggu setelah itu tanaman padi langsung mati hangus. Kemudian tanah yang terkena air asin tidak dapat berfungsi karena mengandung asam," kata Hamdani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

"Ya betul. Kami juga sudah meninjau dua Minggu yang lalu waktu kunker dengan Komisi IV DPRK. Untuk hal pintu air itu ranahnya APBN. Namun kita telah mengusulkan ke Program IPDMIP Tahun  Anggaran 2020," kata Edi Anwar.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...