Pulo Aceh Harus Keluar dari Kesenjangan Digital

Pulo Aceh Harus Keluar dari Kesenjangan Digital

BANDA ACEH – Perwakilan dari Pulo Breuh, Aceh Besar mengikuti Workshop Rural ICT Camp 2021 Internet Komunitas yang diselengarakan oleh Common Room di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar sebuah kampung adat yang berada di wilayah Kampung Sukamulya Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam Workshop bertema “Desa Bangkit Nusa Bangkit” itu juga diiukuti oleh sejumlah perwakilan lainnya, yakni; Kampung Ciptagelar Jawa Barat, Kecamatan Ciracap, Jawa Barat; Ketemenggungan Bae Kalimantan Barat, Bali Utara; Kampung Sukadana Lombok Utara, Polewali Mandar Sulawesi Barat, Ambon Maluku dan Kampung Hobong Sentani, Papua.

Mulyadi dan Firdaus perwakilan dari Pulo Aceh sangat mengapresiasi Common Room yang sudah berinisiatif melaksanakan kegiatan whorkshop tersebut. Ia berharap Pulo Aceh yang hanya berjarak 30 kilometer dari pusat ibukota Provinsi bisa segera keluar dari kesenjangan digital.

Dalam rilis persnya Mulyadi yang merupakan putra Pulo Aceh menyampaikan terimakasih kepada seluruh Relawan TIK Aceh yang telah mengajak Common Room untuk mengunjungi Pulo Aceh dan menyaksikan langsung bagaimana kesenjangan digital di beberapa desa di Pulo Aceh selama ini.

“Setelah mengikuti Rural ICT Camp ini kami berharap semoga ilmu yang kita dapatkan di Ciptagelar dapat kita implementasikan di gampong-gampong yang belum tersentuh signal di Pulo Aceh,” kata Mulyadi, Minggu (24/10/2021) pagi.

Ia mengatakan selama ini pihaknya telah sering menyuarakan terkait kesenjangan digital yang terjadi di Pulo Aceh, tetapi pemerintah belum memiliki Political Will untuk pengembangan Pulo Aceh.

“Padahal hak atas informasi dan akses komunikasi merupakan prasyarat kemajuan,” timpalnya. 

Kedepannya Mulyadi berharap bisa berkalaborasi dengan multistakeholder untuk mengatasi kesenjangan digital di Pulo Aceh, sehingga masyarakat dapat menggunakan internet untuk meningkatkan pendapatan ekonomi Rumah Tangga, mengingat sektor wisata dan kelautan yang menjadi tumpuan ekonomi harus memperoleh perhatian khusus, salah satunya ketersediaan perangkat komunikasi.

“Semoga pembelajaran dan sharing pengalaman dengan berbagai komunitas di Indonesia ini bisa kami bawa pulang untuk membangun dan memajukan kampung kami, khususnya untuk menembus kesenjangan digital Pulo Aceh,” pungkas Mulyadi diamini rekannya Firdaus.

Komentar

Loading...