Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pukul dan Tendang Istri yang Baru Melahirkan, Pria Aceh Utara Ditangkap

Pukul dan Tendang Istri yang Baru Melahirkan, Pria Aceh Utara Ditangkap
ilustrasi

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - N, warga Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ditangkap polisi saat berada di rumahnya, Selasa (18/2/2020) siang. Pria berusia 32 tahun itu dilaporkan istrinya, S (26) atas kasus penganiayaan atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama kepada ANTEROACEH.com, Rabu (19/2) menyebutkan, tersangka N ditangkap berdasarkan LP/162/XI/Res.1.24/2019/Aceh/Res Aut/SPKT, 6 Desember 2019 dan LO/08/I/Res.1.24/2020/Aceh/Res Aut/SPKT, 31 Januari 2020.

"Berdasarkan laporan S, kejadian itu bermula pada Sabtu (30/11/2019) malam. Korban yang sedang sakit karena baru 7 hari melahirkan tiba-tiba diajak pelaku ke rumah mertuanya (orang tua pelaku). Saat korban menolak karena tidak sanggup, pelaku langsung memukuli dan menyeret korban," ujar Adhitya.

Berlanjut pada 31 Januari 2020 siang, kata Adhitya, korban yang sedang menggendong anaknya di rumah tiba-tiba ditendang punggungnya oleh pelaku. 

"Saat ditendang pelaku, korban bersama anaknya langsung jatuh ke lantai. Tak hanya itu, pelaku juga memukuli kepala dan badan korban dengan tangannya. Tak lama berselang datang seorang saksi menarik korban agar tidak lagi dipukuli oleh suaminya (pelaku)," terang Adhitya.

Karena merasa keberatan dengan perbuatan pelaku, lanjut Adhitya, korban melaporkan suaminya ke Polres Aceh Utara. Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Aceh Utara.

"Pukul 11.30 WIB kemarin (Selasa), pelaku kita tangkap di rumahnya. Saat ini, pelaku yang merupakan residivis kasus narkoba itu telah ditahan di sel tahanan Polres Aceh Utara. Turut kita amankan barang bukti berupa hasil visum korban," ucap Adhitya.

Kasat Reskrim menambahkan, atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Jo Pasal 351 KUHPidana. "Pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara," pungkas AKP Adhitya.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...