PT PIM Dorong Kemandirian UMK Go Modern

PT PIM Dorong Kemandirian UMK Go Modern
Penyerahan bantuan satu unit mesin sangrai kakao kepada mitra binaan PT PIM (Foto: ist)

LHOKSUKON - PT PIM melalui program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) mendorong pelaku Usaha Mikro & Kecil (UMK) menuju pertumbuhan ekonomi yang mandiri.

Dorongan tersebut diwujudkan dalam pendampingan dan pembinaan secara intensif dengan skema yang dikenal dengan istilah 4G, yaitu pembinaan yang diberikan mulai dari kondisi tradisional, menjadi Go Modern, Go Online, Go Digital dan Go Global.

Vice President PKBL & Humas,  Nasrun dalam rilisnya, Jumat (12/11/2021) mengatakan, program tersebut bertujuan untuk mendorong para UKM binaan naik kelas, berkembang menembus pasar internasional dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu bentuk dukungan pembinaan Go Modern yang dilakukan PUMK PT PIM adalah pemberian peralatan usaha berupa satu unit mesin roaster/sangrai biji cokelat pada kepada salah mitra binaan, Deddi Iswanto owner UD.Cado Semesta Agrofood.

“UD.Cado Semesta Agrofood ini bergerak di bidang industri pengolahan panganan berbahan baku biji coklat di Desa Ulee Nyeu Kecamatan Bandar Baro Kabupaten Aceh Utara. Dedi memulai usaha pengolahan kakao menjadi panganan sejak 2010 dengan merek dagang Cado dan telah menjadi binaan PT PIM sejak tahun 2015,” terang Nasrun.

Nasrun berharap, dengan dukungan peralatan mesin yang diberikan,  akan mempermudah proses produksi olahan biji kakao, sehingga juga meningkatkan kapasitas produksi yang dihasilkan.

“Selain memberikan bantuan peralatan, untuk mendukung program PUMK, PT PIM juga memberikan pelatihan, pendampingan dan memberikan kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan perusahaan,” tandasnya.

Sementara itu, Deddi Iswanto owner UD.Cado Semesta Agrofood, mengungkapkan selama 6 tahun menjadi binaan PT PIM, selain mendapat bantuan pinjaman modal usaha, ia juga mendapat pendampingan dan pembinaan.

“Kami difasuilitas untuk mengikuti pelatihan teknik pengolahan biji kakao dan branding produk di Pusat Palatihan Kopi dan Kakao (ICCRI) training Center di Jember, sertifikasi produk, bantuan peralatan sangrai kakao dan mempromosikan produknya dalam ajang pameran, sehingga saat ini produknya sudah dikenal banyak kalangan khususnya para pecinta coklat,” demikian Deddi.

Komentar

Loading...