Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Proyek Penimbunan Lapangan Bola Kaki di Gunung Cut Abdya Terancam Bermasalah    

Proyek Penimbunan Lapangan Bola Kaki di Gunung Cut Abdya Terancam Bermasalah    

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Pekerjaan penimbunan lapangan bola kaki Gunung Cut, di Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya) terancam bermasalah.

Pasalnya, penimbunan lapangan bola kaki yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten  (APBK) tahun  2018 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya, materialnya diduga diambil dari tanah hasil galian dilokasi lapangan itu sendiri.

Ketua pengurus bola kaki Desa Gunung Cut, Muaddi Ahmad mengatakan, setelah ditimbun tahun lalu, hingga kini lapangan bola kaki itu tidak bisa dimamfaatkan lagi oleh para pemain bola kaki lantaran tempat tendangan sudut disebelah utara lapangan sudah berlobang besar bagaikan kolam tempat memelihara ikan.

Akibatnya, kata dia, lapangan yang berada dibelakang pasar Tanjung Bunga tersebut sejak usai ditimbun tahun lalu hingga kini tidak bisa dimamfaatkan lagi oleh para pemain bola kaki lantaran tempat tendangan sudut disebelah utara lapangan sudah berlobang besar bagaikan kolam tempat memelihara ikan.

“Kami paling kesal, karena tanah lapangan yang disudut digali untuk ditimbun ke lapangan lagi. Seharusnya material tempat lain dibawa ke lapangan. Jadi,  pertanyaan kami hari ini kenapa tanah lapangan yang digali untuk ditimbun lapangan lagi,” ungkapnya, Rabu (2/10/2019).

Ia juga menyebutkan, selain dilokasi tendangan sudut yang sudah belubang, lapangan itu juga banyak terlihat batu-batuan berserakan, sehingga jika para pemuda memaksakan diri untuk bermain bola, maka dikawatirkan pemainnya akan terluka terutama ketika berjatuhan saat bermain di lapangan.

Dirinya juga mengaku bahwa semenjak lapangan tersebut ditimbun, pihaknya  tidak pernah mengizinkan untuk dilakukan latihan. Sebab lanjutnya,  tidak mungkin dengan kondisi lapangan seperti itu dipakai untuk latihan, karena akan membahayakan pemain.  Jadi, untuk kebutuhan latihan selama ini mereka terpaksa pergi ke desa lain.

“Kalau kita pakai bisa, tapi harus kami paksa kehendak. Caranya kami harus gotongroyong pilih batu-batu itu. Tapi tidak mungkin kami korbankan tenaga pemuda, sebab pemerintah sudah menyediakan dananya,” jelas Muaddi.

Sementara itu, ketua Pemuda Gampong Gunung Cut, Hadi Tayeb mengaku,  bahwa sebelumnya telah meminta pihak pelaksana kegiatan agar menimbunkan kembali lobang yang telah digali pada sudut lapangan itu, namun, pihak rekanan tidak mengindahkannya, sehingga para pemuda desa mengeluhkan kondisi lapangan yang sudah terlantar selama se-tahun.

“Saya sudah sampaikan agar ditimbun kembali lobang itu, tapi tidak di indahkan, dan bahkan pemasangan palang nama proyek itu kami tidak tahu. Jadi, begitu pekerjaan itu siap mereka (rekanan) hilang,” katanya yang didampingi oleh Tuha Peut, Zaini Ahdas dan tokoh masyarakat lainnya.

Kepala Dinas Disdikbud Abdya, Jauhari, S.Pd mengaku bahwa proyek penimbunan lapangan bola kaki Desa Gunung Cut sumber anggaran dari Dinasnya pada tahun 2018.

“Ya, betul paket 2018. Kalau mengenai sumber dananya dan jumlah anggaran serta nama perusahaan yang bekerja, nanti saya tanyakan dulu pada Pejabat Pembuat Komitmennya,” katanya singkat saat dihubungi awak media melalui telepon.

Komentar

Loading...