Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Proyek Multiyears, IKASI Unsyiah: Komunikasi Politik DPRA dan Pemerintah Aceh Buruk

Proyek Multiyears, IKASI Unsyiah: Komunikasi Politik DPRA dan Pemerintah Aceh Buruk
Wakil Ketua Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi (IKASI) Unsyiah, Febri Miraj

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com – Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi (IKASI) Universitas Syah Kuala menilai komunikasi politik DPRA dengan Pemerintah Aceh sangat buruk, hal itu terlihat dari kisruh pembatalan MoU Proyek Multiyears pada 22 Juli lalu.

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membatalkan MoU proyek Multiyears tahun 2020-2022 dengan Pagu anggaran Rp 2,7 triliun yang terdiri 11 ruas jalan lintas penghubung antar Kabupaten dan satu waduk.

Dalihnya karena ada temuan soal penganggaran  tidak prosedural dan akan berdampak ke ranah hukum.

"Kalau memang itu benar, kenapa tidak dibahas dan direvisi sehingga proyek Multiyears bisa sesuai prosedur," kata Wakil Ketua Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi (IKASI) Unsyiah, Febri Miraj melalui siaran persnya, Selasa (28/7/2020).

Menurut Febri, batalnya proyek itu karena komunikasi politik Pemerintah Aceh dengan DPRA sangat buruk. Febri berharap  Pemerintah Aceh dan DPRA duduk kembali membahas proyek tersebut.

"Saya minta kepada legislatif dan eksekutif untuk melakukan komunikasi politik secara ulang. Kepentingan politik antar kubu-kubuan sebaiknya dihindari dulu ketika sedang membahas pembangunan infrastruktur Aceh. Saya minta mereka bisa kompak," harapnya.

Kata Febri, konflik antar lembaga dapat dihindari jika komunikasi politiknya berbasis kejujuran dan transparan, serta meletakkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok dan golongan.

“DPRA dan Pemerintah Aceh seharusnya melihat kepentingan masyarakat .Pembangunan 11 ruas jalan penghubung kabupaten dan satu waduk sangat dibutuhkan . Proyek Multiyears ini harus dilanjutkan," tegasnya.

Komentar

Loading...