Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Proyek Jembatan Jalan Medan-Banda Aceh di Geudong Belum Selesai, Setiap Hari Macet Parah

Proyek Jembatan Jalan Medan-Banda Aceh di Geudong Belum Selesai, Setiap Hari Macet Parah

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Pembangunan jembatan dan gorong-gorong di depan masjid Malikussaleh Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara mengakibatkan  arus lintas terganggu, terlebih saat jam-jam sibuk, kemacetan dari dua jalur sangat parah.

Antrian panjang dan lama yang  sangat mengganggu tersebut, karena pelaksana proyek tidak membuat jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan. 

Padahal biasanya setiap ada pengerjaan jembatan, rekanan harus mengadakan jalur alternatif agar  arus lalu lintas tetap lancar.

Bahkan kemacetan panjang tersebut bisa membahayakan pasien yang dirujuk dengan ambulance, termasuk mobil pemadam kebakaran bila ada insiden kebakaran.

Tidak hanya itu, kemacetan lama itu juga menurunkan omset pedagang di sekitar lokasi. Karena banyak warga yang enggan belanja  karena terhalang banyak kendaraan yang melintang di badan jalan.

“Saya asal Lhokseumawe setiap hari harus ke Lhoksukon, setiap sampai di lokasi itu selalu terhalang macet hingga 30 menit bahkan ada yang sampai 1 jam.  Bensin jadi boros, waktu terbuang dan kondisi ini terus terjadi sejak beberapa bulan lalu,” kata Kardi (50) pekerja kesehatan asal Kota Lhokseumawe, Senin (19/10/2020).

Ia menilai,  proyek tersebut  tidak direncanakan dengan baik sehingga prosesnya sangat lama. Indikasi lainnya tidak dibuat jalur alternatif.

Pria asal Cunda  itu tidak mempersoalkan ada proyek di lokasi itu, namun pemerintah harus  mengevaluasi proyek lamban tersebut karena menyangkut jalur lalu lintas dan  sangat merugikan masyarakat.  

“Proyek bisa saja 3 miliar, tapi kerugikan yang diderita masyarakat pengguna jalan lebih dari itu. ini sama saja merugikan, parahnya lagi ini kejadiannya sudah berbulan-bulan,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan M Nur Salim (40) pedagang di sekitar lokasi. ia mengaku omset  dagang kelontongnya dalam per hari  menurun,  sejak ada proyek itu.

“Biasanya ada saja  pengendara mampir untuk beli rokok, minuman ringan atau makanan ringan. Tapi sekarang jarang karena mereka terganggu dengan macet,” jelasnya.

Ia juga menilai, banyak sekali ambulance yang harus ikut antri karena jalur yang dibuka hanya muat satu kendaraan. Kalaupun diberi jalan, tetap saja terhalang. 

“Ini jalur lintas provinsi, jalan negara, padat kendaraan bermotor, seharusnya ada jalan alternatif. Kami disini sudah sangat gerah, bayangkan saja, macetnya lama hingga ke pasar Geudong,” katanya dengan nada kesal.

Komentar

Loading...