Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa  2019 Juga Diduga Bermasalah;  Dana Ditarik 100 Persen, Pekerjaan Belum Selesai

Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa  2019 Juga Diduga Bermasalah;  Dana Ditarik 100 Persen, Pekerjaan Belum Selesai

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe saat ini  sedang menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi  proyek batu gajah pengaman pantai Cunda-Meuraksa  tahun 2020 bersumber dana Otsus. Kini muncul kabar baru, bahwa proyek sama ditahun 2019 juga diduga bermasalah.

Salah satu sumber  dari dalam Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe menyebutkan, proyek batu gajah tahun 2019 juga bermasalah, bahkan dugaan indikasi korupsinya lebih kuat, karena proyek tersebut tidak selesai dikerjakan, namun dana sudah ditarik 100 persen diakhir tahun.

“Proyek itu dikerjakan menjelang akhir tahun 2019 dan tidak selesai, namun  dananya dicairkan 100 persen. kemudian dilanjutkan ditahun 2020 untuk mencapai volume pekerjaan sepanjang 177 meter,” ungkap sumber tersebut kepada anteroaceh.com, Kamis (4/2/2021).

Dijelaskan juga bahwa  hingga akhir tahun 2019 rekanan hanya mampu menyelesaikan 30 persen dari 177 meter pekerjaan.

“Setahu saya proyek itu dilanjutkan di Januari 2020 dan sebelum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masuk yaitu tanggal 27 Januari 2020, volume untuk tahun 2019 tersebut selesai dikerjakan, jadi terkesan tidak bermasalah,” jelasnya lagi.

Ia juga menjelaskan pada pelaksanaan tahun 2019, terjadi dua kali penarikan dana perencanaan. Rp 100 juta terjadi diawal tahun dan Rp 100 juta dicairkan diakhir tahun.

“Dana perencanaan diakhir tahun itu merupakan perencanaan untuk tahun 2020. hal itu aneh, karena idealnya perencanaan hanya sekali untuk satu proyek. Untuk konfirmasi fisik  proyek 2019 itu bisa ditanyakan ke Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D),” pungkasnya.

Berdasarkan data LPSE Kota Lhokseumawe tahun 2019, proyek itu dikerjakan oleh CV Alif Perkasa dengan nilai Rp 6,8 miliar bersumber dari dana Otsus.

Untuk mengklarifikasi pengakuan tersebut, anteroaceh.com telah berulang kali menghubungi kepala dinas Safaruddin via telepon  namun sampai berita ini ditayangkan belum diangkat. pesan yang disampaikan melalui whatsapp juga belum dibalas.

Komentar

Loading...