Update COVID-19 Aceh

0 ODP
0 PDP
0 Positif
0 Meninggal
0 Sembuh

-

Sumber: -

Program “Cet Langet” Kini Jadi Sumber Pendapatan Baru Petani Abdya

Program “Cet Langet” Kini Jadi Sumber Pendapatan Baru Petani Abdya
Ilustrasi.

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Jengkol di Aceh Barat Daya (Abdya) memiliki tekstur lebih lembut dengan aroma yang tidak terlalu menyengat merupakan ciri khas buah polong-polongan yang tumbuh subur di Kabupaten berjulukan “bumoe breuh sigupai’ itu.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Abdya, luas areal tanaman jengkol atau pithecollobium Jiringa atau pithecollobium Labatum di bumi “Tengku Peukan” itu sudah mencapai 400 hektar di sembilan Kecamatan.

Meskipun sistem budidayanya dilakukan secara parsial oleh petani, namun, produksi buah jengkol Abdya diperkirakan rata-rata sudah mencapai 2.800 ton untuk dua kali panen per tahun dengan harga pembelian Rp7.000 – 10.000/kg 

Masyarakat petani Kabupaten Abdya mulai membudidaya tanaman khas wilayah tropis Asia Tenggara tersebut pada tahun 2008 lalu, tepatnya pada periode pertama kepemimpinan Akmal Ibrahim-Syamsul Rizal.

Berbagai program kesejahteraan masyarakat dicetuskan oleh Bupati Akmal kala itu, mulai dari program tanam kelapa sawit, pembangunan Pabrik kelapa Sawit (PKS) hingga program kebun bibit rakyat (KBR) di desa-desa.

Program KBR yang dicetuskan Pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan Abdya itu untuk mensukseskan rehalitasi hutan dan lahan.

Bagi petani yang memiliki lahan kosong di kawasan pegunungan di seluruh Kecamatan diberikan bibit unggul gratis oleh Pemkab Abdya. Baik bibit karet, Petai, Jabon, dan bahkan bibit Jengkol yang kini harganya lumayan mahal.  

Namun, sangat disayangkan, program berlian yang dicetuskan oleh bupati bupati untuk mendongkrak ekonomi masyarakat melalui tanam jengkol tidak begitu direspon dan hanya sebagaian masyarakat saja yang ikuti program itu.

Maklum saja, pada periode tersebut masyarakat belum begitu mengenal dengan buah polong-polongan wilayah tropis Asia Tenggara tersebut.

Berbagai upaya untuk menyakinkan petani agar menanam bibit jengkol dilakukan bupati. Setiap pertemuan Akmal menyampaikan dua hektar kebun jengkol kedepan bisa berpenghasilan ratusan juta rupiah untuk sekali panen.

Kala itu banyak kalangan yang meragukan program itu, malah program itu dijadikan bahan ejekan dan pernyataan kepala daerah terhadap pendapatan tanam jengkol kedepan bisa berpenghasilan ratusan juta rupiah dianggap “cet langet”

Ada juga yang mengatakan “Akmal Bermimpi”, sehingga sebahagian masyarakat petani di desa-desa pada periode tersebut menjadi terpengaruh hingga memutuskan tidak mengambil bibit gratis program KBR kala itu.  

“Benar, 10 tahun lalu, bupati Akmal sering menyampaikan tentang penghasilan tanam jengkol untuk dua hektar bisa mencapai ratusan juta. Pemilik kebun tinggal “cungkee-cungkee gigoe diyub bak Jengkol,” kata salah seorang petani warga Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, Abdya, Tarmizi Daud.   

“Alhamdulillah, apa yang disampaikan oleh bapak Bupati Akmal Ibrahim 12 tahun silam ternyata sekarang sudah terbukti dan betul-betul mensejahterkan petani, bukan program “cet langet” ataupun mimpi,” tambahnya lagi.

Begitu juga dengan peryataan Safri, petani lainnya di Kecamatan Tangan-Tangan ia mengaku kini memiliki 12 batang pohon jengkol yang telah berumur 12 tahun di kawasan Alue Aki Gampong Ie Lhob.

Semua tanaman jengkol yang telah lama berproduksi rata-rata dua kali satu tahun tersebut merupakan bibit bantuan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Abdya melalui program KBR di desanya sekitar 12 tahun silam.

“Produksi buah jengkol memang tidak seperti panen kelapa sawit dua kali sebulan. Kalau tanaman jengkol ini dua kali panen setahun,” jelasnya

Meskipun dua kali panen dalam satu tahun, namun, penghasilan yang didapatkan sudah bersih , karena tidak harus lagi mengeluarkan biaya untuk perawatan atau pemupukan seperti sawit.

“Tidak pernah saya pupuk, tapi alhamdulillah, panen kemarin mendapatkan hasil mencapai 1,5 ton buah jengkol dari 12 batang pohon itu. Harganya ditampung Rp 8.000 per klogram,” jelasnya

Pemkab Abdya kembali program tanam Jengkol

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dikonfirmasi mengatakan Dinas Pertanian dan Perkebunan pada tahun 2021 akan kembali menyediakan bibit jengkol gratis untuk ditanam petani di lahan-lahan kosong di pegunungan.

“Insyaallah tahun depan ratusan ribu bibit jengkol kita sediakan untuk petani secara gratis. Jadi, program tanam jengkol ini saya galakkan kembali mengingat tingginya permintaan masyarakat akan bibit,’’ pungkasnya.

Komentar

Loading...