Pon Yahya , Dari Kombatan Menuju Parlemen

Pon Yahya , Dari Kombatan Menuju Parlemen
anggota DPRA, Saiful Bahri

Pagi itu, gedung wakil rakyat tampak riuh. Lalu-lalang mobil dan para tamu dari seluruh Aceh memenuhi area gedung beralamat di Jl. Tgk Daud Beureueh , Kuta Alam, Banda Aceh tersebut. Senin 30 September 2019, 81 anggota DPR Aceh periode 2019-2024 dilantik dan mengucapkan sumpah menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Usai prosesi “Peusijuk” (Tepung tawar) oleh Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar , wajah-wajah gembira penuh suka cita menghiasi ruangan utama rapat paripurna. Terutama, anggota dewan baru yang kebanyakan diisi oleh orang-orang baru itu.

Disisi lain tamu, tim sukses dan pihak partai pengusung juga tak kalah semringah, wajah mereka seakan penuh harap wakilnya bisa menjalankan janji dan bekerja dengan baik.

Memang, dewan kali ini kesannya lebih menarik, karena ada yang termuda dan sosok baru dari berbagai latarbelakang profesi, seperti Saiful Bahri , anggota DPRA diusung Partai Aceh di daerah pemilihan V, Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Saat pelantikan, Ia ditemani ratusan pendukung yang datang dari Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Istri tercinta, Nova sudah lama meninggal dunia, oleh sebab hanya Hayna anak sulungnya yang mendampingi hari itu.

“InsyaAllah saya akan bekerja dengan baik, mendorong pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat Aceh dan merealisasikan butir MoU Helsinki ,” katanya usai prosesi pelantikan.

Saat konflik Aceh berkecamuk, Saiful Bahri adalah sosok mantan Kombatan GAM yang dulunya dikenal sangat aktif memanggul senjata . Kala itu ia pernah menjadi Wakil Komandan Kompi A 0015 DII Pase (wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara).

Paska perjanjian damai Aceh, dia juga dipercaya menjabat Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Teungku Tjhik Dibuloh , Daerah II Teungku Tjhik Dicot Plieng, Samudera Pase. Siapa sangka, kini dia menjadi wakil rakyat dan juga seorang pengusaha sukses.

Dalam kurun waktu beberapa tahun setelah penandatangan perjanjian damai Aceh, duda asal Gampong Pulo Barat , Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara ini sukses membangun usaha di bidang perkebunan Sawit dan Karet. Ia tidak menikmati sendiri, masyarakat dan rekan seperjuangan diajak menjadi bagian dari kesuksesan itu.

Pria yang dikenal dengan panggilan Pon Yahya atau Tanggy itupun dikenal dermawan, tak hanya sering membantu masyarakat miskin dan duafa, ia juga dikenal peduli dengan lembaga pendidikan agama, seperti dayah dan balai pengajian. Tak heran saat Pileg lalu, ia menjadi salah satu Caleg DPRA dari Partai Aceh yang meraup suara terbanyak.

Menurut ayah lima anak itu, dukungan luarbiasa dari masyarakat itu menjadi modal dan semangat dirinya membangun Lhokseumawe dan Aceh Utara ke arah lebih baik. Ia juga akan serius menangani sejumlah persoalan pokok masyarakat yang hingga kini belum selesai, seperti kemiskinan, pendidikan dan sektor pertanian perkebunan.

Komentar

Loading...