Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Polres Lhokseumawe Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu, Dua Siswa SMA Ditangkap  

Polres Lhokseumawe Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu, Dua Siswa SMA Ditangkap  
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 20ribu. (Istimewa)

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Aceh Utara dan Aceh Timur ditangkap Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe, Minggu (23/2/2020) di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara karena terlibat dalam sindikat peredaran uang palsu di Aceh. Dalam kasus itu, satu tersangka lainnya buron.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Selasa (25/2/2020) menyebutkan, dua tersangka yang ditangkap yaitu, RD (17) asal Aceh Utara dan MS (19) asal Aceh Utara. Sementara tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu IB (30) asal Aceh Timur.

"Kedua tersangka mendapatkan uang palsu itu dari IB. Saat ini IB sudah masuk DPO. Dua tersangka yang kita amankan ini masih berstatus pelajar SMA," ujar AKBP Ari Lasta Irawan, didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang.

Sebelum ditangkap polisi, kata kapolres, kedua tersangka mengambil uang palsu itu di Aceh Timur. Kemudian keduanya menuju Syamtalira Bayu. Di sana, mereka membeli barang dan membayarnya menggunakan uang palsu pecahan Rp. 20 ribu.

"Modusnya, mereka lakukan transaksi jual beli dengan uang palsu, lalu mendapat kembalian uang asli. Dalam tahun ini sudah dua kali aksi serupa dilakukan, di Langsa dan Aceh Utara," ungkap Ari.

Dilanjutkan, salah satu pemilik kedai yang merasa tertipu dengan uang palsu tersebut membuat laporan ke Polres Lhokseumawe, hingga akhirnya dua tersangka berhasil ditangkap.

Dalam kasus itu turut diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 55 lembar uang palsu pecahan Rp 20ribu, 20 lembar uang pecahan Rp 10ribu asli hasil kembalian, 57 lembar pecahan uang Rp 5ribu asli hasil kembalian, 15 lembar uang pecahan Rp 2ribu asli hasil kembalian, dan satu unit Honda Vario warna merah BL 6384 DAV.

"Kedua tersangka dijerat Pasal 36 Ayat 3, Jo Pasal 26 ayat 3 UU nomor 7 tahun 2020 tentang Mata Uang subsider UU 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak subsider Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara fan denda Rp 50 miliar. Kita kenakan pasal anak, karena satu di antaranya masih di bawah umur," terang Ari.

Ari menambahkan, dua tersangka itu memiliki peran masing-masing. "RD mengambil uang palsu dari IB, kemudian ia bertugas membelanjakan di kios-kios dengan membeli makanan, minuman atau BBM dengan tujuan memperoleh keuntungan kembalian uang asli. MS bertugas membawa kendaraan dan menerima perintah dari RD untuk berhenti di kios yang ditunjuk," jelas AKBP Ari Lasta Irawan.

Kedua tersangka yang dihadirkan di lokasi mengaku, dalam sekali transaksi uang palsu senilai Rp 1juta, mereka memperoleh upah 50 persen atau Rp 500ribu.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...