Polres Lhokseumawe Bebaskan Empat Penganiaya Arahman

Polres Lhokseumawe Bebaskan Empat Penganiaya Arahman
Foto: empat pelaku pengeroyokan warga Padang Sakti

LHOKSEUMAWE,ANTEROACEH.com- Polres Lhokseumawe dikabarkan telah membebaskan empat tersangka penganiaya Arahman (55) warga Meunasah Dayah, Paloh Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe pada Sabtu 18 Mei 2019 lalu.

"Empat warga kami sudah dibebaskan oleh pihak kepolisian pada Sabtu kemarin, setelah ada perdamaian dengan korban. Pelaku memberikan kompensasi kepada korban termasuk membiayai perobatan," jelas Juanda koordinator Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) kepada anteroaceh.com, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, persoalan itu sebelum ditangani kepolisian sudah diselesaikan juga dengan pihak keluarga korban. Namun muncul lagi karena ada provokator, sampai ada aksi pembakaran rumah warga IKBAL. Arahman memetik buah sawit yang dikelola IKBAL dilahan milik Pertamina.

"Arahman memetik buah sawit yang dikelola IKBAL. Itu tidak dibenarkan, apalagi korban telah kita biarkan membuat kandang sapi di lahan tersebut. Asalkan tidak merembet ke hal-hal seperti mengambil buah sawit," jelasnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kabag Humas Salman membenarkan keempat tersangka sudah dibebaskan setelah ada kesepakatan berdamai antara para tersangka dengan korban.

"Tidak ada pencabutan laporan, karena memang tidak dilaporkan. Tersangka sudah dibebaskan karena sudah berdamai dengan korban," kata Salman.

Terkait adanya kompensasi dari pelaku terhadap korban, Salman mengaku tidak tahu masalah itu karena kesepakatan diluar proses hukum , yaitu antara korban dan pelaku. "terkait kompensasi kami tidak tahu, karena dilakukan antara korban dan pelaku," pungkasnya.

Berita sebelumnya, Polres Lhokseumawe menahan empat warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang, masing-masing adalah Tri Juanda (29) warga Utuen Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Irwandi Yusuf (37) asal Blang Nalueng Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Marzuki Lidan (55) warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dan Mukhtaruddin (36) asal Gampong Seumirah, Nisam Antara Aceh Utara pada Jumat 17 Mei 2019 lalu.

Keempatnya diduga telah menganiaya Arahman hingga pingsan pada 12 Mei 2019. Saat itu korban yang sedang memetik buah sawit didatangi pelaku dan dipaksa memberikan buah sawit tersebut. Akhirnya korban dianiaya karena menolak keinginan pelaku.

Korban dianiaya dengan batang kedondong hingga tak sadarkan diri. Untung ada seorang anak kecil yang melihat kejadian tersebut dan memberitahu kepada warga. Imbas dari insiden tersebut sejumlah warga tempat tinggal korban juga melakukan aksi balas dendam membakar rumah hunian warga IKBAL pada Jumat dini hari pekan lalu.

Komentar

Loading...