Polres Aceh Utara Masih Buru Anggota Kelompok Si Botak

Polres Aceh Utara Masih Buru Anggota Kelompok Si Botak

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Polisi masih memburu dua anggota perompak laut “Sibotak” yang terlibat pembunuhan anggota Polres Aceh Utara Bripka Anumerta Faisal yang terjadi di pesisir pantai Bantayan, Seunuddon, Aceh Utara pada 25 Agustus 2018 lalu.

“Dua anggota Si Botak masih buron dan hingga kini masih kita buru. Yaitu Adi dan Dek Gam, keduanya warga Aceh Timur, saya berharap mereka segera menyerahkan diri, karena sampai kapanpun akan kita kejar,” jelas Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkan Milyardin kepada wartawan disela-sela kegiatan pemusnahan barang bukti kejahatan di Kantor Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (12/12/2019).

Sebelumnya polisi telah menangkap lima dari tujuhh pelaku, masing-masing Mukhtar Midi, warga Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Zulkifli alias Botak asal Rantau Panjang Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, Samsul alias Manchu asal Meunasah Asan Kecamatan Madat, Aceh Timur, M Arief Munandar asal Sungai Pawoh, Kota Langsa dan Darwin (32), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat.
Hingga saat ini polisi juga belum menemukan senpi pistol revolver milik korban yang digunakan perompak laut pimpinan Zulkifli itu untuk menghabisi nyawa Bripka Faisal. Akibat kejsadian itu Polres Aceh Utara berkabung, apalagi korban dikenal salah satu personil terbaik.

Tidak hanya kedua pelaku kriminal itu, Ian juga mengungkapkan semua tersangka yang masih berada dalam list DPO Polres Aceh Utara masih terus diincar, termasuk Napi dan tahanan Rutan Lhoksukon yang kabur pada 16 Juni lalu.

Ia juga mengungkapkan tren tindakan kriminal di wilayah hukum Polres Aceh Utara cenderung turun dari tahun 2018. Hal itu tidak lepas dari upaya pihaknya dalam menekan angka kriminalitas hingga dipenghujung tahun 2019 ini.

Komentar

Loading...