Paska Penusukan Ustad Muhammad Zaid

Polres Aceh Tenggara Lakukan Pertemuan dengan Tokoh Agama

Polres Aceh Tenggara Lakukan Pertemuan dengan Tokoh Agama

KUTA CANE, ANTEROACEH.com - Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo  melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama, tokoh pemuda Islam dan sejumlah pihak terkait lainnya paska insiden penusukan ustad Muhammad Zaid.

Pertemuan di Mapolres pada Sabtu (31/10/2020) pagi tersebut dihadiri Dandim 0118/Agara Letkol Czi Noor Arif Khusaini, perwakilan penyuluh agama Islam Agara, Ustad Alamsyah Ramud, Ketua PD Al-Washliyah Agara Hardiansyah, ada DR Muliadi Imami dari Depag Agara, Ketua HUDA Tgk H Basarinur.

Hadir juga ketua umum Dewan Dakwah Aceh Tenggara Irwan Hadi, tokoh muda Islam M Qadri MZ, perwakilan PMII, Malik Maulana dan Anuar Efendi selaku Imam Mesjid At-Taq     wa. “Tadi pagi banyak yang kita bahas  seputar kejadian penganiayaan Ustad Muhammad Zaid Maulana,” kata Kapolres.

Katanya beberapa poin penting yang dibahas terutama tentang pengaruh narkoba sebagai penyebab  terjadinya penganiayaan berat tersebut, antara lain; harus segera dibentuk BNNK Aceh Tenggara, MPU bertanggungjawab secara kelembagaan dalam membina aqidah dan akhlak masyarakat di Aceh Tenggara.

“Kemudian seluruh unsur lembaga terkait akan memperkuat sosialisasi bahaya Narkoba, termasuk miras kepada masyarakat di wilayah kita. Soalnya berdasarkan survey dari Mahkamah Syariah di Aceh Tenggara, penyebab perceraian disini karena suami sering pecandu Narkoba,” jelas Kapolres.

Wan Eko menambahkan usai pertemuan tersebut, mereka melakukan membezuk korban penusukan di Rumah Sakit Nurul Hasanah.

“Saya sampaikan pesan dan salam bapak Kapolda kepada  korban,  agar terus semangat untuk berdakwah untuk memperbaiki akhlak masyarakat dan juga ada sedikit bantuan dari bapak Kapolda untuk yang ustad Muhammad Zaid Maulan,ini bentuk dukungan moril untuk korban,” jelasnya.

Ustad Muhammad Zaid Maulana ditusuk MA (37) saat sedang bercemarah agama dalam perayaan Maulid Nabi di Mesjid Al-Husna Desa Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Kamis (29/10/2020) malam.

Korban menderita luka sayat di leher dan tangan. Setengah jam kemudian tersangka MA berhasil ditangkap di rumahnya di desa sama. Kabarnya pelaku berusaha membunuh korban usai mengkonsumsi tuak.

Untuk diketahui, MA mantan polisi dan terakhir bertugas di unit Sabhara Polres Aceh Tenggara pada 2017 lalu. ia dipecat karena tidak pernah masuk dinas.  Selama ini MA juga dikenal sering bersikap arogan terhadap masyarakat dan kerap terlihat mabuk-mabukan.

Komentar

Loading...