Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Polres Aceh Selatan Musnahkan Ribuan Batang Ganja

Polres Aceh Selatan Musnahkan Ribuan Batang Ganja

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com - Polres Aceh Selatan memusnahkan barang bukti tidak pidana narkoba. Barang bukti tersebut dari pengungkapan lima kasus di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

Pemusnahan barang bukti narkoba dilakukan di Alun-alun depan kantor Bupati Aceh Selatan, Kamis (31/10/2019). Dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Selatan AKBP. Dedy Sadsono, ST didampingi Kepala BNNK Aceh Selatan, BNN Aceh dan oraganisasi HMI.

Berang bukti yang dimusnahkan 1000 batang ganja kering yang telah disisihkan dari ladang ganja dengan lokasi berbeda-beda di wilayah hukum Polres Aceh Selatan diantaranya Desa Sawah Tingkem, Kecamatan Bakongan Timur 2.500 seluas 2,5 hektar yang diamankan polisi pada 3 Juli 2018.

Kemudian, 24 Juli 2019 di Sawah Tingkem, Bakongan Timur, kembali ditemukan ladang ganja sebanyak 2.000 batang dengan luas 2 hektar. Selanjutnya ditemukan 4.000 batang ganja seluas 3,5 hektar di Desa Ie Mirah, Kecamatan Pasie Raja.

Terakhir, ladang ganja kembali ditemukan Polres Aceh Selatan sebanyak 200 batang dan bibit 200 yang baru disemai dengan luas satu hektar di Desa Simpang, Bakongan Timur. Sedangkan narkoba jenis sabu, tidak dimusnahkan karena sebagai barang bukti di pengadilan.

Dalam kasus pengungkapan narkoba. Polres Aceh Selatan berhasil mengamankan lima pelaku dan satu DPO. Empat diantaranya yakni berinisial, RM, warga Jambo Apha, Tapaktuan. MRA warga Lhok Keutapang.

Selanjutanya inisial, MI dan AY, kedua warga Gampong Kapeh, Kleut Selatan terlibat narkoba jenis sabu dan AS warga Lhok Keutapang, Tapaktuan jenis sabu.

Sedangkan, S melakukan penanaman ganja masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST mengatakan, selama operasi Antik Rencong kedua. Polres Aceh Selatan melakukan lima penegakan hukum dua kasus narkoba jenis ganja dan dua kasus sabu dan penemuan ladang ganja.

"Terkait pengunaan sabu dan ganja kita dapatkan beberapa tersangka dan barang bukti dan dilakukan proses hukum terhadap tersangka dan kita temukan juga senjata rakitan," katanya.

Kedepan, sambung Dedy dengan adanya operasi Antik tentu penindakan dan pengungkapan terus dilakukan bersama komponen masyarakat Aceh Selatan.

"Kita harapkan semua komponen masyarakat sama-sama kita lakukan pencerahan narkoba. Selama kita lakukan operasi selama 20 hari dari 10 hingga 29 Oktober 2019 di pedalaman desa masih banyak yang harus diungkapkan," pungkansya.

Komentar

Loading...