Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Polisi Ungkap Motif Penculikan Pengusaha Lhokseumawe

Polisi Ungkap Motif Penculikan Pengusaha Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap motif penculikan Maimun Darwis (44) pengusaha  asal Gampong Blang Mee, Kecamatan Blang Mangat, yang diduga dilakukan kelompok Tentara Aceh Merdeka (TAM).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Selasa (23/9/2020)  menduga aksi yang dilakukan kelompok tersebut bermotif ekonomi, pasalnya  korban dilepaskan  setelah ditebus dengan dana Rp 30 juta.

Saat ini masih memburu sisa tersangka penculik termasuk otak pelaku, sedangkan empat lainnya sudah diciduk di dua lokasi berbeda, yakni di Pidie Jaya dan Bireuen dan menyita dua senjata api, AK 56 lipat dengan ratusan butir peluru dan pistol SIG SAUER dengan lima butir peluru.

Polisi juga menyita dua unit mobil dari keempat tersangka dan 1 mobil korban yang sempat dibawa tersangka saat menculik korban dari rumah  pada Jumat sore 9 September lalu.

“Kita masih buru otak pelakunya berinisial M serta tiga orang lainnya. Kita juga masih selidiki asal usul senjata yang mereka miliki tersebut,” kata Eko.

Empat tersangka masing-masing  MJ dan  IS (28) asal Gampong Tijin, Kecamatan Ulim,  Pidie Jaya, serta AU alias AR (40) asal Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, kabupaten Bireuen, dan J. Mereka adalah  kelompok TAM dibawah pimpinan Mukhtaruddin bin Saidi alias Siwah.

Berdasarkan laporan tersebut, pada  Selasa (15/9/2020)  petugas melakukan pengembangan setelah menangkap MJ dan J di Pidie Jaya. Kemudian pada pukul 18.30 WIB tim berhasil menangkap AU alias AR di rumahnya di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Bireuen.

Setelah dilakukan pengembangan, sehari kemudian tim berhasil menangkap IS di depan Kantor Bank Aceh di Bireuen sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu IS  baru kembali dari  mengantar korban penculikan ke rumahnya  di Gampong Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe,  bersama dengan pelaku bersandi  Kopasus.

Ternyata korban diantar oleh kedua pelaku dari Banda Aceh ke Lhokseumawe menggunakan angkutan umum L-300. Setelah mengantar korban, kedua tersangka naik angkutan umum Bus Simpati ke Kota Lhoksukon, Aceh Utara. Selanjutnya tersangka IS kembali ke Birueun, namun saat hendak pulang ke Pidie Jaya, ia ditangkap petugas.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...