Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Aceh Timur Dalam Waktu 35 Jam, Ini Pelakunya

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Aceh Timur Dalam Waktu 35 Jam, Ini Pelakunya

IDI, ANTEROACEH.com - Tak lebih dari 35 jam, tim gabungan Polres Aceh Timur berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan ibu dan anak warga Dusun Pante, Gampong Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Rabu (17/2/2021) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB

Adapun kedua pelaku merupakan warga setempat berinisial R (46) dan M (37). Pelaku R merupakan residivis, sedangkan M masih dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Idi terkait tindak pidana memasuki pekarangan tanpa izin.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut berawal pada Kamis (11/02/2021) sekitar pukul 22.00 WIB.

"Saat itu M hendak turun dari Gampong Simpang Jernih. Di tengah perjalanan, tepatnya di Gampong Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, M bertemu dengan R dan mengajaknya untuk menemui seseorang," terang Kapolres.

Keduanya, sebut Kapolres pergi bersama mengunakan sepeda motor milik M. Memasuki hari Jum'at (12/2) sekitar pukul 02.00 WIB, kedua pelaku tiba di gampong mereka lalu memarkirkan sepeda motor di dekat perkebunan sawit dan menuju rumah korban.

"Pelaku M sempat menanyakan kepada R, maksud dan tujuan ke rumah korban. Dijawab oleh R, “sudah ikut aja.”  

Kedua pelaku lalu mencongkel jendela yang terbuat dari kayu papan agar bisa masuk ke dalam rumah. R juga meminta kepada M untuk mencari alat lantas diambilnya sebilah kayu yang terletak di belakang pintu dan bersamaan ke kamar korban, lanjut Eko.

Setibanya dalam kamar korban, R memberi isyarat kepada M untuk menghabisi korban yang saat itu sedang tidur. Permintaan tersebut diiyakanya. Dengan menggunakan kayu, M memukul korban Siti Fatimah (56) pada bagian leher dan seputaran rahang.

Kemudian setelah menganiaya korban, M menghampiri R yang saat itu sedang menganiaya anak korban menggunakan besi bulat. R juga meminta M untuk ikut menghajar korban, namun bukannya dihajar korban malah diperkosa pelaku M di bawah tempat tidur dengan keadaan mulut berdarah akibat dipukul. 

Saat M sedang memperkosa anak korban, R kembali menghatamkan besi bulat yang ia pegang ke kepala ibu korban.

Setelah menganiaya kedua korban, pelaku menyeret tubuh kedua korban dan didorong ke bawah kolong tempat tidur, lalu keduanya keluar melalui jendela yang mereka congkel serta menutupnya kembali. Sementara kayu dan besi yang digunakan untuk menganiaya kedua korban dibuang di semak-semak belakang rumah korban.

Untuk menghilangkan jejak, sebut Kapolres M melarikan diri dengan bersembunyi di rumah kerabatnya di Besitang, Sumatera Utara. 

Sementara R selang beberapa jam, kembali melakukan tindak pidana pengrusakan dan pengancaman terhadap warga desa setempat yang berujung dilaporkan ke Polsek Simpang Jernih.

Setelah mengumpulkan keterangan beberapa saksi, tim berhasil mengamankan kedua pelaku. 

Turut diamankan satu batang kayu berbentuk bulat dengan panjang lebih kurang 1,5 meter, satu batang besi bulat dengan panjang lebih kurang setengah meter, dua unit handphone, selembar baju milik pelaku M yang digunakan saat melakukan pembunuhan, dua unit sepeda motor dan satu celana pendek.

Dari keterangan pelaku R,  perbuatan tersebut dilatarbelakangi dendam dan hutang piutang, namun demikian pihaknya, sebut Kapolres masih mendalami motif yang sebenarnya.

"Atas perbuatanya, kedua pelaku kami kenakan Pasal 338 jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup dan Pasal 76 c jo pasal 80 ayat (3) Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun," pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro.

Komentar

Loading...