Polisi Temukan Dugaan Investasi Bodong di Yalsa Boutique 

Polisi Temukan Dugaan Investasi Bodong di Yalsa Boutique 

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Polisi menemukan adanya dugaan investasi bodong yang dilakukan oleh Yalsa Boutique dengan total uang masyarakat terkumpul mencapai Rp.20 miliar. 

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy menyebutkan dugaan investasi bodong yang dilakukan oleh butik tersebut bukan dari laporan pihak tertentu namun berdasarkan hasil dari laporan polisi model A atau dari laporan yang dibuat berdasarkan temuan polisi sendiri. 

"Jadi polisi menemukan bahwa Yalsa Boutique itu menghimpun dana masyarakat tanpa izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus melakukan penyelidikan awal," ucap Kombes Pol Winardy saat ditemui anteroaceh.com di Polda Aceh, Selasa (23/2/2021) pagi. 

Setelah didapatkan fakta bahwa ternyata mereka menghimpun dana masyarakat tanpa izin dan saat didalami lagi ternyata keuangan ini tidak sehat. 

"Awalnya uang yang dihimpun untuk mensupport konveksi milik Yalsa namun fakta yang kita dapatkan Yalsa tidak pernah membuat baju tapi Yalsa mengambil baju dari pihak ketiga yang kemudian dijual kembali," beber Kabid Humas. 

Winardy mengatakan aktivitas itu dikatakan bodong atau tidak sehat karena investasi atau penambahan modal usaha tersebut tidak ada izin dari OJK. 

Total dana masyarakat yang sudah terkumpul, sebut Kabid sekitar Rp.20 miliar dari total 3.755 member termasuk owner, admin dan reseller.  

Yalsa saat ini kata Winardy telah mempekerjakab sebanyak 37 orang dengan tugas yang terstruktur juga selama ini bertugas mengumpulkan uang investasi dari para reseller. Lalu, tugas reseller yang berjumlah sekitar 255 orang adalah mengajak para member untuk bergabung dan melakukan investasi di Yalsa Boutique. 

Para member sudah tersebar sampai keluar Provinsi Aceh, yaitu di Medan, Riau dan sebagainya. Namun, ucap Kabid Humas paling banyak member yang bergabung berasal dari Aceh.  

Ia mangetakan saat ini polisi sudah memeriksa sekitar 13 orang dari pihak Yalsa terdiri dari owner, admin dan reseller. 

"Saat ini memang belum ada penetapan tersangka  karena kita lagi mendalami alat-alat bukti yang lain termaksud ahli dari OJK. Nanti setelah kita lakukan pemeriksaan ahli dari OJK baru kita lakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka untuk selanjutnya nanti diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.

Komentar

Loading...