Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Polisi Tangkap Tiga Penyebar Hoax Kasus Pencabulan Santri di Lhokseumawe

Polisi Tangkap Tiga Penyebar Hoax Kasus Pencabulan Santri di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Polres Lhokseumawe menangkap tiga tersangka penyebar kabar bohong (hoax) rekayasa kasus pencabulan terhadap belasan santri Ponpes An-Nahla.

Mereka masing-masing berinisialIM (19), asal Batuphat Barat, Kecamatan Muara Dua, HS (29) asal Mideun, Bireuen, dan NA (21) asal Batuphat Timur, Lhokseumawe.

"Dua tersangka berstatus mahasiswa dan seorang lainnya pengangguran," kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang, Rabu (17/7/2019).

Kata dia, kabar itu awalnya diunggah oleh IM (19), ke media sosial Facebook. Kemudian disebarkan oleh HS dan NA.

"Kita mengetahui kabar bohong yang tersebar di grup WhatsApp pada Sabtu pekan lalu, kemudian kita selidiki pelakunya dan kemarin semua berhasil kita tangkap," jelas Indra.

Kata dia, ketiga tersangka telah melakukan penyebarkan kabar bohong bahwa polisi telah merekayasa kasus asusila terhadap 15 santri yang dilakukan tersangka AI pimpinan Ponpes An-Nahla dan seorang guru.

Hoax itu awalnya disebarkan HS, kemudian dishare oleh IM dan NA ke grup whatsapp. NA mengaku menshare hanya ingin mempertanyakan kabar itu ke teman-teman di grup whatsapp..

"Berita yang disebarkan bahwa polisi memaksakan kasus itu dan menangkap pimpinan ponpes. Info hoax ini membuat proses penyidikan yang sedang kita lakukan terganggu. Harus diketahui kami tidak main-main dalam menetapkan seorang tersangka, apalagi ini kasusnya sangat sensitif ,harus ada alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka," kata Indra.

Kata dia, perbuatan ketiganya dianggkap melanggar Undang-undang RI Nomor 19 2019 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun denda Rp 1 miliar.

"Ada tiga orang lainnya kita duga berperan dalam penyebaran kabar bohong tersebut sedang kita buru," katanya.

Indra berharap, masyarakat berhati-hati dalam menyebarkan sebuah informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya, karena sekecil apapun kabar bohong yang disebarkan melalui media sosial memiliki konsekwensi hukum sama.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...