Polisi Tangkap Pencuri Kotak Amal di Rumah Sakit Muyang Kute Bener Meriah

Polisi Tangkap Pencuri Kotak Amal di Rumah Sakit Muyang Kute Bener Meriah

REDELONG, ANTEROACEH.com – Polisi akhirnya berhasil menangkap RW (47) warga salah satu desa di Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah karena diduga telah dua kali melakukan pencurian kotak amal milik panitia pembangunan Menasah Al-ikhwan Dusun pasar Inpres Kampung Pondok Baru yang diletakkan di Rumah Sakit Muyang Kute.

Aksi pencurian kotak amal itu sempat terekam CCTV rumah sakit  dan kemudian beredar luas di tengah masyarakat.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Bustani mengatakan pelaku ditangkap Kamis (17/6) sore sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Kampung Pondok Baru, Kecamatan Bandar.

“Benar kita sudah mengamankan  terduga pelaku tindak pidana pencurian uang sumbangan dari kotak amal di Rumah Sakit Umum Muyang Kute,” kata Bustani, Sabtu (19/6/2021).

Ia menjelaskan pihaknya menerima laporan panitia pembangunan Menasah Al-ikhwan pada Kamis lalu, sedangkan aksi pencurian itu diduga telah dua kali dilakukan yang pertama pada 14 Maret 2021 lalu dan yang kedua pada 28 Mei 2021.

“Setelah mengamati rekaman CCTV Rumah Sakit Muyang Kute, kita langsung bergerak cepat untuk memburu pelaku dan berhasil menangkap pelaku kemudian dibawa ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim.

Saat dilakukan pemeriksaan, lanjut Kasat, pelaku kooperatif dan mengakui perbuatannya. Kepada polisi RW mengaku uang yang berhasil diambil dari dua kali pencurian berjumlah Rp. 2.830.000.

“Terduga pelaku mengakui telah mencuri uang sumbangan, kotak amal yang berada di RSUD Muyang Kute itu,” sambung Kasat.

Dari penggalian informasi diketahui ternyata pelaku awalnya merupakan penjual makanan disalah satu kantin di lingkungan rumah sakit tersebut namun karena tidak sanggup mebayar uang sewa shingga ijin kantinnya ditarik oleh rumah sakit.

“Pelaku merasa sakit hati, ditambah himpitan ekonomi membuat pelaku nekat melakukan aksinya,” kata Bustani.

Jika terbukti bersalah pelaku akan dijerat dengan pasal 363, ayat 1 ke 3e dan 5e KUHPidana dengan ancaman kurungan 7 tahun kurungan.

Komentar

Loading...