Polisi Sebut Perusahaan Pemilik Ratusan Karung Limbah Tambang di Tapaktuan Tak Miliki IUPK

Polisi Sebut Perusahaan Pemilik Ratusan Karung Limbah Tambang di Tapaktuan Tak Miliki IUPK

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Polda Aceh mulai melakukan penyelidikan ratusan karung limbah hasil tambang ilegal yang ditumpuk di komplek kantor KPLP Tapaktuan. 

Tanah limbah tersebut diperoleh dari kegiatan penambangan ilegal di Kecamatan Meukek, Sawang dan Labuhanhaji Timur. 

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melalui Kabid Humas, Kombes Pol Winardy membenarkan pihaknya Kamis (25/2/2021) kemarin telah tiba di lokasi dan telah memasang garis polisi di area limbang tambang itu. 

"Memang benar Polda Aceh melakukan penyelidikan terhadap limbah hasil penambangan ilegal yang diisi dalam karung dengan berat keseluruhan sekotar 150 ton," ucap Kombes Pol Winardy saat ditemui anteroaceh.com diruangan kerjanya, Jum'at (26/2/2021). 

Dikatakannya hal itu dilakukan pihaknya sebagai langkah cepat menindaklanjuti laporan masyarakat.  

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Ditreskrimsus Polda Aceh ditemukan bahwa CV NM selaku pemilik limbah tersebut diduga melanggar Pasal 161 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). 

Sejauh ini, sebutnya penyidik telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi dengan satu orang saksi berinisial MS yang merupakan pegawai lapangan CV NM lalu seorang staf KPLP Tapaktuan berinisial AH dan lima orang pekerja buruh. 

"Jadi perusahaan NM ini diduga menampung, memanfaatkan dan mengangkut mineral dari tiga Kecamatan di Aceh Selatan menuju lokasi penumpukan di Kantor KPLP Tapaktuan yang dilakukan tanpa memiliki Izin Usaha Penambangan Khusus (IUPK) dari pejabat yang berwenang," pungkas Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.

Komentar

Loading...