Pelabuhan Krueng Geukuh Diduga Tercemar Limbah

Polisi : Pemeriksaan Manajemen PIM Tergantung Hasil Lab

Polisi : Pemeriksaan Manajemen PIM Tergantung Hasil Lab

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Polres Lhokseumawe dibantu petugas Dinas Lingkuhan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara sedang menyelidiki dugaan pencemaran limbah amoniak  PT Pupuk Iskandar Muda di kawasan perairan Pelabuhan Krueng Geukuh. 

Pada Rabu 2 Desember lalu, petugas Reskrim bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara turun bersama-sama ke lokasi pelabuhan untuk mengambil sampel air laut yang dididuga tercemar.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya, Kamis (3/12/2020) menjelaskan, sampel air laut tersebut telah dikirim ke Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristan) Aceh di Banda Aceh.

“Sampel air sudah dikirim ke Banda Aceh untuk diuji di Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristan), biasanya hasil bisa diketahui setelah tiga hari,” jelas Iptu Yoga.

Terkait pemeriksaan saksi termasuk dari manajemen PT Pupuk Iskandar Muda , lanjut Yoga, akan dilakukan setelah ada hasil laboratorium. 

“Bila hasilnya positif tercemar, maka kita akan periksa saksi dari pihak terkait,” tambahnya.

Kemudian, saat ditanya terkait ikan mati yang ditemukan di kawasan pelabuhan, Yoga mengaku bisa dijadikan bahan pemeriksaan. Namun hal itu jadi kewenangan pihak LHK Aceh Utara.

“Seharusnya ikan itu juga harus uji laboratorium. Namun hal itu kewenangan dari pihak LHK yang mengambil sampel,” pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya dikabarkan, pada Selasa 1 Desember lalu, air laut di kawasan Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara dikabarkan keruh dan meninggalkan endapan bubuk putih. 

Warga nelayan sekitar menyebutkan PIM kerap membuang amoniak di kawasan tersebut. Akibatnya banyak ikan , kepiting dan biota laut lainnya mati.

Komentar

Loading...