Polisi Bekuk Empat Penjual Chip Domino di Banda Aceh, Satu Anak di Bawah Umur

Polisi Bekuk Empat Penjual Chip Domino di Banda Aceh, Satu Anak di Bawah Umur

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Polisi meringkus empat penjualchip domino di beberapa counter jual pulsa yang terletak di jalan AMD, Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Senin (19/4/2021) malam

Adapun keempat pelaku  yang diamankan ialah tiga diantaranya merupakan warga Pidie dengan masing-masing berinisial AFD (30) warga Gampong Simpang Tiga dan ASR (29) Warga Cot Teunong dan seorang anak di bawah umur berinisial MUZ (16) yang masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah di Aceh Besar. Sementara satunya lagi berinisial EDI (29) warga Binjai, Sumatera Utara.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan pihaknya melakukan patroli sesuai dengan informasi dari warga dan berhenti karena melihat ramainya anak muda di sebuah counter isi ulang pulsa milik salah satu pelaku berinisial AFD.

“Begitu mendekat, personel melihat beberapa anak muda bukan sedang mengisi ulang pulsa, justru sedang membeli chip domino pada pelaku,” terang AKP M Ryan Citra Yudha

Dari tangan AFD, sebut Kasat Reskrim personel menyita barang bukti berupa Handphone dan uang penjualan judi online Chip Domino. Tidak hanya itu, lanjutnya personel juga melakukan penangkapan terhadap dua penjual chip domino lainnya pada counter yang berbeda, yakni ASR dan EDI (29).

Dari kedua pelaku, petugas turut mengamankan Handphone serta uang dari hasil penjualan chip  domino, dan  yang lebih ironis, sebut AKP Ryan dalam patroli tersebut juga ditemukan seorang anak dibawah umur berinisial MUZ sebagai penjual chip.

"Dari tangannya kami menyita dua unit handphone serta sejumlah uang sebagai barang bukti dari hasil penjualan chip domino," sebut Kasatreskrim

Selain mengamankan keempat pelaku di Polresta Banda Aceh, total keseluruhan barang bukti yang berhasil diamankan, kata Kasatreskrim ada lebih kurang 100 billion chip domino dan sejumlah uang untuk kemudian pihaknya akan mengajukan ke Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh sebagai proses hukumnya sesuai dengan Qanun.

"Untuk ke empat pelaku, dijerat dengan Pasal 20 Jo Pasal 18 jo pasal 6 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” pungkas Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha.

Komentar

Loading...