Petani di Aceh Tengah Keluhkan Harga Cabai Kerap Anjlok Saat Musim Panen

Petani di Aceh Tengah Keluhkan Harga Cabai Kerap Anjlok Saat Musim Panen

TAKENGON, ANTEROACEH.com – Petani di Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah mengeluhkan harga cabai rawit yang yang tak menentu dan kerap anjlok saat petani sedang masa panen.

Kakuyang merupakan salah satu desa yang memproduksi cabai rawit dalam jumlah besar di Aceh Tengah. Namun harga yang tidak menentu menjadi kendala bagi para petani cabai, apalagi di saat panen raya tiba.

Sapril petani cabai Desa Kekuyang, saat ditemui anteroaceh.com, Minggu (8/3/2020) mengatakan harga cabai sangat tidak stabil dan ini terus berlangsung.

“Akibatnya petani sulit mengambil keuntungan dari hasil panen cabai, sedangkan modal yang dikeluarkan tidak sedikit,” ujarnya.
Seperti saat ini harga cabai rawit jenis nano hanya dihargai Rp. 30.000 per kilogramnya padahal sebelumnya berkisar Rp. 60.000 per kilogram.

“Harga cabai rawit jenis nano saat ini mengalami penurunan, sebelumnya harga cabai rawit nano mencapai Rp. 60.000 per kilo tapi sekarang menjadi Rp. 30.000,” keluh Sapril.

Selain harga cabai rawit, cabai besar merah juga mengalami penurunan dari Rp 20.000 per kilogramnya menjadi Rp. 17.000.
Seiring dengan pergantian tahun, harga cabai yang terus berfluktuasi serta rantai distribusi yang panjang membuat harga ditingkat petani menjadi sangat rendah.

"Kita berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, DPR dan Adik-adik sarjana pertanian agar permasalahan ini bisa dicarikan solusinya," pungkas Sapril. || AFRIJAL

Komentar

Loading...