Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Petani Abdya Terancam Gagal Tanam

Petani Abdya Terancam Gagal Tanam
Camat Kuala Bate, Khairuman saat meninjau kelokasi saluran tanggul darurat irigasi jebol. Foto: Ilyas ANTEROACEH.com

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Para petani di Gampong Krueng Panto dan Blang Makmur,  Kecamatan Kuala Bate, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam gagal tanam diawal tahun 2020.

Pasalnya, irigasi Alue Bak Ara, Krueng Panto kembali jebol disebabkan hujan deras yang melanda wilayah itu sejak sepekan terakhir. 

Menurut informasi yang dihimpun ANTEROACEH.com, irigasi yang dibangun tahun 2014 itu pernah rusak parah dihantam banjir pada 4 Oktober 2018 dan sudah beberapa kali ditanggulangi secara darurat oleh pemerintah setempat, namun kini kembali jebol.

Hamdani, warga setempat mengatakan, hujan lebat yang mengguyur kawasan Kuala Batee dan Abdya pada khususnya sejak sepekan terakhir memang mengakibatkan sejumlah aliran sungai termasuk Krueng Pantoe meluap.

"Luapan banjir di Krueng Panto membuat tanggul darurat irigasi yang sudah beberapa kali diperbaiki itu kembali jebol, malah sekarang kondisinya semakin parah,” ungkap Hamdani, Sabtu (7/12/2019).

Ia menjelaskan, akibat dari jebolnya tanggul darurat itu, irigasi tersebut kembali tidak berfungsi, sehingga menimbulkan kekuatiran para petani di Gampong Krueng Pantoe dan Blang Makmur yang sawahnya saat ini sedang dalam masa pengisian bulir padi.

"Selain itu kami juga mengkuatirkan musim tanam 2020 sawah-sawah tidak bisa digarap. Oleh karena itu, kami meminta agar hal ini secepatnya ditangani secara serius oleh pemerintah terkait," pinta Hamdani.

Sementara itu, Camat Kuala Bate, Khairuman saat dikonfirmasi mengatakani, irigasi Lhung Bak Ara Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee rusak pasca banjir beberapa hari lalu.

"Tahun ini harus ditagani secara permanen, kalau tidak kita kuatirkan penanaman tahun akan datang terancam," kata dia.

Namun, lanjut Khairuman, untuk Masa Tanam 2020 mendatang, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terkait irigasi tersebut.

"Kalau memang irigasi tersebut sudah tidak dapat difungsikan dan sejumlah lahan persawahan di dua Gampong tersebut tidak ada air kemungkinan akan diarahkan pada penanaman pala wija," pungkasnya. 

Komentar

Loading...