Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pesepeda Tanpa Hijab di Kota Banda Aceh Akhirnya Diamankan dan Minta Maaf

Pesepeda Tanpa Hijab di Kota Banda Aceh Akhirnya Diamankan dan Minta Maaf
Foto: Istimewa

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Sebanyak sepuluh orang pesepeda yang sempat heboh dan viral di media sosial karena menggunakan baju ketat tanpa hijab diamankan di Kantor Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, Senin (6/7/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca: Aminullah Perintahkan Sapol PP - WH Tangkap Wanita Tak Berhijab dan Berpakaian Ketat yang Gowes di Banda Aceh

Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, M. Hidayat saat dikonfirmasi anteroaceh.com mengatakan atas perintah Wali Kota Aminullah Usman, pihaknya pagi tadi mulai melakukan penyelidikan dan identifikasi melalui media sosial.

"Jadi pas siang tadi selesai zuhur, rumah-rumah atau tempat yang kita identifikasi kita datangi sekaligus memberi undangan agar mereka hadir ke Kantor Satpol PP-Wilayatul Hisbah Banda Aceh," terang M. Hidayat.

Tepat pukul 2 siang, lanjutnya mereka yang dikomunikasikan datang dan diminta untuk menghubungi teman yang lainnya sampai akhirnya mereka semua berkumpul.

Pesepeda tersebut terdiri dari satu orang laki-laki dan sembilan orang perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Aceh dan salah satunya berasal dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Selanjutnya sepuluh pesepeda tersebut dimintai klarifikasi dan mengakui kesalahan mereka telah melanggar syariat Islam.

Menurut Hidayat, pesepeda tersebut telah melanggar Qanun Nomor 11 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam Menyangkut dengan Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam.

Namun, dikarenakan kasus tersebut masih dalam kapasitas tidak menggunakan hijab, mereka hanya diminta membuat surat pernyataan, permohonan maaf atas perilaku yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

"Jadi mereka membuat surat pernyataan sesuai dengan isi qanun itu sendiri. Bahwa tidak mengulangi lagi dan minta maaf kepada Wali Kota, Masyarakat Banda Aceh dan Masyarakat Aceh secara umum. Apabila ini terulang kembali maka kita akan tingkatkan statusnya untuk mungkin dalam qanun jinayat," pungkas Hidayat.

Komentar

Loading...