Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Perti dan Muhammadiyah Kompak Tarawih Berjamaah di Masjid Agung Abdya

Perti dan Muhammadiyah Kompak Tarawih Berjamaah di Masjid Agung Abdya
Masjid Agung Abdya, Baitul Ghafur. Foto: Ilyas/anteroaceh.com  

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Jamaah Perti dan Muhammadiyah sejak awal ramadhan 1441 hijriah kompak menunaikan shalat tarawih berjamaah di masjid Agung Baitul Ghafur yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Abdya, Ubaidillah mengatakan, di masjid Agung tersebut masyarakat yang mengikuti shalat tarawih berjamaah dapat mengikutinya dengan cara Perti 20 rakaat ataupun Muhammadiyah delapan rakaat.

Karena di masjid yang memiliki kombinasi desain arsitektur Aceh dan Timur Tengah tersebut mengelar dua pola shalat tarawih dengan tatacara dua rakaat sekali salam, sehingga siapapun imam tarawih bisa dikuti oleh semua jamaah pada bulan suci ramadhan ini.

Hal itu dilakukan pemerintah daerah setempat sebagai upaya untuk mengakomodir semua masyarakat agar dapat beribadah di masjid yang memiliki empat menara itu. Baik dari Muhammadiyah, Perti ataupun Aswaja dan Nahlatul Ulama (NU) di Kabupaten Abdya.

“Ada yang delapan rakaat, ada juga yang 20 rakaat. Caranya selesai delapan rakaat, jamaah yang 20 mundur sebentar kemudian imam yang delapan maju untuk menyelesaikan witir. Setelah itu jamaah Perti meneruskan tarawih-nya sampai rakaat ke-20 ditambah witir,” terang Ubaidillah, Kamis (30/4/2020)

Selanjutnya, kata dia, pelaksanaan shalat tarawih di masjid yang luasnya mencapai 4.800 meter persegi tersebut diterapkan protokol kesehatan. Semua jamaah diperiksa suhu tubuh dan diwajibkan mengunakan masker agar warga terhindari dari ancaman wabah COVID-19.  

“Disamping memberikan masker kepada setiap jamaah tarawih. Panitia masjid juga ada menyediakan menu untuk berbuka puasa yang ditempatkan diteras masjid dan dipintu gerbang. Untuk meja dipintu gerbang khusus untuk musafir dan masyarakat,” katanya.

Ia berkata menu berbuka yang dipersiapakn panitia dimeja pintu gerbang masjid setiap pukul 17.00 Wib jumlahnya tidak sedikit mencapai 250 – 300 porsi, sehingga siapapun masyarakat dan musafir yang lewat dipersilahkan ambil dan dibawa pulang untuk bekal berbuka puasa.

“Proses penyediaan takjil berbuka ini akan berlangsung sampai berakhirnya ramadhan termasuk yang dii teras masjid ada juga menu berbuka kita siapakan sebanyak 60 – 100 prosi, tapi dengan catatan berbukanya harus mengikuti protokol kesehatan,” pungkas Ubaidillah.

Komentar

Loading...