Persiapan Ramadhan Rohingya di Lhokseumawe  Olah Ikan Asin Berkualitas 

Persiapan Ramadhan Rohingya di Lhokseumawe  Olah Ikan Asin Berkualitas 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - 56 pengungsi Rohingya masih bertahan di Kamp BLK Kandang, Lhokseumawe. Mereka mulai diajarkan kemandirian oleh LSM dengan memamfaatkan potensi yang sudah dimiliki oleh etnis korban konflik tersebut.

Fasilitator edukasi Yayasan Geutanyoe Oji dan Muji kepada anteroaceh.com,  Senin (12/4/2021) menerangkan, keinginan pengungsi Rohingya untuk mandiri sangat tinggi. Mereka sangat tertarik dengan potensi Lhokseumawe yang banyak menghasilkan ikan laut segar.

Sebagian besar dari pengungsi mampu mengolah ikan asin berkualitas tinggi, ikan tidak rusak dan tidak berbau. Keinginan itu kemudian direalisasikan oleh pihak yayasan yang selama ini konsen terhadap pendampingan pengungsi asal Myanmar itu.

“Mereka sangat menyukai ikan laut, di tempat asalnya mereka suka dengan ikan asin dan disini mereka melihat banyak sekali ikan segar. Ternyata mereka mampu mengolah ikan segar menjadi ikan asin yang bermutu tinggi,” jelas Oji.

Saat ini katanya pengolahan ikan asin sudah mulai dikerjakan, Jenis ikan yang diolah juga beragam seperti, ikan tali pinggang, ikan teri, ikan tembang, ikan bilih, dan beberapa jenis ikan lainnya.

Selain itu teknik pengolahan ikan asin dari pengungsi Rohingya juga berbeda dengan teknik yang dilakukan oleh masyarakat Aceh pada umumnya. Setelah dibersihkan, ikan  dijemur. Setelah benar-benar kering baru direndam dengan air garam. Setelah itu dijemur kembali hingga empat hari.

Laibullah salah satu pengungsi Rohingya mengatakan dalam beberapa hari ini mereka membeli ikan dalam jumlah untuk diolah. Sebagian hasil olahan  dikonsumsi hari-hari, sisanya dikirim untuk saudara mereka yang berada di rumah detensi Medan.

“Di sini kami dengan mudah bisa mendapatkan ikan laut segar dari nelayan ataupun tempat penampungan ikan. Berbeda dengan di Medan, teman-teman  disana mengaku sulit mendapatkan ikan segar dan harga  mahal. Mereka meminta kami untuk    mengirimkan ikan asin kesana. Sebentar lagi  Ramadan, kami juga olah ikan asin ini untuk lauk berbuka puasa,” ucapnya.

Untuk diketahui, pengungsi Rohingya di Kamp BLK Kandang, Lhokseumawe tersisa 56 orang pengungsi lagi setelah sebagian besar  dari mereka dipindahkan ke Padang Bulan, Medan- Sumatera Utara pada tanggal 25 Maret 2021 lalu. 

Namun aktifitas di kamp saat ini masih seperti biasa, beberapa lembaga dan NGO lokal masih menjalankan berbagai program kegiatan disana. Untuk kelas edukasi difasilitasi oleh Yayasan Geutanyoe, untuk  distribusi makanan dan buah oleh JRS, distribusi air oleh Human Initiative dan kegiatan lainnya dikelola PMI dan ACT.

Komentar

Loading...