Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Perkara Benih IF8, Polda Bui Geuchik Munirwan

Perkara Benih IF8, Polda Bui Geuchik Munirwan
Polda Aceh menahan Keuchik Meunasah Rayeuk Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Tgk Munirwan (Serambinews.com)

LHOKSUKON,ANTEROACEH.com - Polda Aceh akhirnya menahan Tgk Munirwan, Geuchik Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam Aceh Utara pada Selasa (23/7/2019) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus perdagangan benih padi IF8 yang belum berlabel.

Kasus ini dilaporkan ke Polda oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, pada bulan lalu dan Polda sempat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah geuchik di Aceh Utara di Mapolres Aceh Utara pada 4 Juli lalu.

"Tgk Munirwan sudah ditahan oleh Polda, seharusnya ini tidak terjadi, karena undang-undang mengatur penyelesaikan kasus seperti bisa melalui jalur perpolisian masyarakat," jelas Zulfikar Muhammad, Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM Aceh yang juga kuasa hukum tersangka, Kamis (25/7/2019).

Ditambah lagi, tersangka tidak mencuri bibit, melainkan melakukan inovasi yang bermamfaat bagi masyarakat petani di Aceh. Polisi seharusnya menjadi fasilitator penyelesaian perkara dalam sengketa ini dan bisa mengambil kebijakan seperti penyelesaian perkara lain tanpa proses hukum.

Selain itu, benih yang dikembangkan adalah bantuan dari Gubernur Irwandi kemudian berhasil dikembangkan dengan sebuah BUMG yang dibentuk tersangka dan warga, alhasilnya, Gampong Meunasah Rayeuk mendapat penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sanjojo pada 29 November 2018 lalu, sebagai juara dua Desa terbaik kategori penguatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dikabarkan juga, benih IF8 diperkenalkan oleh Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) pada 2012. Pada tahun 2017 benih itu disalurkan pemerintah Aceh ke petani di Nisam, Aceh Utara. Benin ini menghasil 11,6 ton gabah per hektar, sedangkan benih lain hanya hanya 8 ton.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...