Perkara Bagi

Perkara Bagi

KABAR tak sedap datang bertubi-tubi dari Aceh Tengah, mulai dari banjir bandang yang memporak-porandakan Desa Paya Tumpi Induk, Kecamatan Kebayakan dan Desa Paya Tumpi Atas Kecamatan Bebesen pada hari Rabu siang disusul pula pengakuan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar yang mengaku diancam wakilnya Firdaus.

Tentu kabar itu sontak membuat heboh. Apa pasal pasangan pucuk pimpinan di Aceh Tengah itu cekcok hingga sampai tahap ancam bunuh.
Sejurus kemudian beredar klarifikasi dari sang wakil, Firdaus bahwa ia telah memendam kekecewaan sejak tiga tahun terakhir karena kurang dilibatkan dalam mengelola jalannya roda pemerintahan.

Sejumlah paket proyek termasuk dibawa dalam ranah keributan itu. Tak sampai disitu Firdaus kerap hanya menerima undangan ketika ada mutasi pejabat tanpa dilibatkan dalam penempatan pejabat.

Sepertinya preseden buruk pecah kongsi antara Bupati dan Wakil Bupati di Aceh kian bertambah saja.

Jika sebelumnya di Siemeulu dan Aceh Besar juga pernah terjadi hal serupa; konflik terbuka.

Rerata penyebab hampir serupa yakni tidak dilibatkan, diabaikan dan sederet hal senada lainnya.

Semoga pemimpin negeri ini bisa bersinergi dalam melawan pandemi dan musibah yang tengah melanda. Berdamailah lupakan perkara bagi sementara!

Komentar

Loading...