Perihal Kitab Suci

Perihal Kitab Suci
Foto: Ilustrasi

Beberapa hari terakhir, publik Aceh dibuat heboh. Kali ini bukan perkara kebijakan pemerintah, bukan pula karena Corona. Orang Aceh disulut emosinya oleh salah satu aplikasi yang tersedia Playstore.

Kitab Suci Aceh. Begitu nama aplikasinya. Apa isinya? Seperti Injil dalam versi Bahasa Aceh. Pembuat aplikasi sepertinya sengaja menyulut emosi.

Aceh, adalah Provinsi dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sebagian dikenal fanatik.

Ini semacam proyek misionaris yang terlalu dipaksakan. Secara Bahasa, Kitab Suci Aceh, seolah-olah mengisyaratkan Kitab Suci orang Aceh adalah Injil. Ini sungguh mengada-ngada.

Sontak, mendapat kecaman, mulai dari rakyat biasa, santri, bahkan pemerintah Aceh melayangkan nota protes kepada Google sebagai penyedia layanan Playstore.

Ada yang hanya meluapkan emosi di media sosial, ada yang mengumpat, ada juga yang menyatakan keberatan kepada penyedia layanan.

Pemerintah Aceh telah melayangkan protes kepada Google pada hari Sabtu (30/5).

Dalam suratnya, Plt. Gubernur Aceh menyatakan keberatan atas penyebutan nama Kitab Suci Aceh dan meminta Google untuk menutup aplikasi.

Keberatan tersebut turut didukung oleh Majlis Permusyawaratan Ulama (MPU). Tgk. Faisal Ali, wakil ketua MPU Aceh meminta masyarakat untuk tidak menginstal aplikasi tersebut, dan pihaknya akan mengkaji mengenai langkah tindak lanjut.

 Sikap kedua institusi tersebut sudah benar. Pemerintah Aceh dan MPU harus mengkomandoi, supaya tidak liar. Sebagai lembaga formal cukup menjadi representasi masyarakat Aceh untuk menyatakan keberatan kepada Google.

Pemerintah Aceh dan MPU juga harus memikirkan langkah strategis untuk melaporkan kitabsucinusantara.org sebagai pengembang aplikasi Kitab Suci Aceh.

Sekilas, organisasi itu tidak ada alamatnya di website. Kantor pusatnya di Amerika. Organisasi ini telah menerjemahkan Injil ke berbagai Bahasa daerah, termasuk Aceh dan Minang. Dua daerah yang mayoritas Islam.

Kita berharap, Google segera menutup aplikasi di Playstore mereka. Alasannya untuk menghindari kerusuhan sosial. Misionaris Kitabsucinusantara.org harus menghentikan proyeknya.

Terakhir, kita harus memberikan dukungan kepada Pemerintah Aceh dan MPU untuk memimpin penolakan ini.

Komentar

Loading...