Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Mantan Penjerat Babi Asal Kota Subulussalam Boyong Keluarganya Masuk Islam di Abdya

Mantan Penjerat Babi Asal Kota Subulussalam Boyong Keluarganya Masuk Islam di Abdya

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Sebanyak enam orang suku Nias yang saat ini  menetap di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid Ponpes Bisbausalam, Gampong Cot Seumantok,  Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (28/5/2020) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

Proses pensyahadatan dipandu oleh Wakil Ketua II MPU Abdya, Tgk H. Zarkasyah.

Keenam mualaf itu merupakan sepasang suami istri beserta tiga anaknya ditambah satu orang pemuda.

Setelah prosesi pensyahadatan, mereka langsung berganti nama masing-masing, Sarojati Ndaha diganti menjadi M. Taufiq, Asirina menjadi Siti Rahmat, Juliana Ndaha menjadi Khairunisa, Alpiansyah Putra Ndaha menjadi Abdul Hadi, Putri Jelita Ndaha menjadi Nurjanah dan Martinus Giawa menjadi Khairul Hidayat.

M Taufik mengungkapkan ketertarikan dirinya untuk menjadi muslim sudah dimulai sejak 2011. Ia sebelumnya beragama Kristen. Ia nekat memboyong keluarganya merantau ke Aceh sekitar tahun 2009 untuk berburu babi.

"Kita ngapain malu, dulu saya bekerja sebagai penjerat babi, bahkan saya dan keluarga sering pindah-pindah numpang di gubuk sawit orang. Alhamdulillah setelah saya dapat pekerjaan tetap di perkebunan, menjerat babi tidak lagi saya lakukan," terangnya.

Lebih lanjut Taufiq menerangkan, setelah mendapat pekerjaan tetap, dirinya sering mendapat arahan dan dorongan dari kawan-kawan (yang sudah mualaf) untuk pindah ke agama Islam. Namun dirinya berprinsip, agama tidak bisa dipaksakan meskipun saat itu ia sudah mulai tertarik dan menyukai agama Islam.

"Masuk 2020 dorongan hati ini makin kuat, dan masih juga saya timbang. Alhamdulillah kemarin sudah bulat, dan saya sampaikan sendiri niat hati ini kepada tengku," jelasnya.

Sementara itu, Tgk Muhammad Dahlan mengatakan, kepada mualaf yang sudah memeluk agama islam agar dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan, dan harus melaksanakan perintah Allah serta menjauhi semua larangannya.

"Kepada saudara kami yang baru saja memeluk agama Islam agar selalu melaksakan shalat lima waktu, puasa pada bulan suci ramadhan dan semua kewajiban yang berlaku, kalau itu tidak laksanakan, maka kita sudah jatuh hukum dan mendapat dosa di sisi  Allah SWT," katanya singkat.

Disamping itu, Keuchik Cot Seumantok, Zaidami menyambut baik atas kehadiran mualaf asal Kota Subulussalam di gampong Cot Seumantok.

"Alhamdulilah pada hari ini di gampong kami ada warga yang bersal dari Subuslussalam yang ingin masuk agama Islam, dan saya sangat berharap kepada warga desa Cot Semantok agar sama sama membibing warga tersebut untuk lebih dekat dan mendalami agama Islam," pungkasnya.

Proses pensyahadatan turut dihadiri Wakil Ketua I DPRK Abdya Hendra Fadli berserta 2 anggota dewan Syarkawi dan Ikhsan, Camat Babahrot Drs. Alharis, Danramil 07/Babahrot Kapten Inf Mohd Arifin, Kapolsek Ipda Effi Zarianto, Kepala KUA Babahrot Khairuddin, S.Ag., Pimpinan Ponpes Bisbausalam Tgk Baihaki, Keuchik Cot Semantok Zaidami dan masyarakat setempat.

Komentar

Loading...