Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pengusutan Batu Gajah Cunda-Meuraksa Harus Dilanjutkan, Walau Rekanan Kembalikan Uang

Pengusutan Batu Gajah Cunda-Meuraksa Harus Dilanjutkan, Walau Rekanan Kembalikan Uang

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe didesak tetap mengusut dugaan proyek fiktif batu gajah penahan ombak Cunda-Meuraksa tahun 2020, walau kabar terkini kontraktor pelaksana telah mengembalikan anggaran Rp 4,8 miliar lebih ke kas Pemko Lhokseumawe. 

“Jaksa Lhokseumawe  harus tetap melanjutkan pengusutan dugaan korupsi proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa, sekalipun kontraktor telah kembalikan dana kerugian negara ke kas daerah,” tegas Muhammad Fadli Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh, Minggu (24/1/2021). 

Menurutnya, unsur tersebut jelas  diterangkan dalam UU No. 31 Tahun 1999 Jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Dalam  pasal 4, sebut Fadli,  bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapus pidana pelaku sebagaimana dimaksud pasal 2 dan pasal 3. 

“Meskipun uang indikasi korupsi tersebut dikembalikan maka tidak bisa menggugurkan  tindak pidana korupsi tersebut yang telah dilakukan. Hal itu adalah delik formil memiliki relevansi   antara pengembalian uang hasil korupsi dengan  sanksi pidana yang dijatuhkan,” jelasnya. 

Menurutnya, jaksa harus patuh  instruksi Presiden  dan Jaksa Agung yang berkomitmen memberantas korupsi di Indonesia, karena Korupsi adalah kejahatan luar biasa, mengamputasi hak-hak masyarakat, sehingga pelakunya bisa dihukum mati.  

“Kemiskinan di Lhokseumawe masih tertinggi dari daerah lain di Indonesia, sempit lapangan kerja. penyebabnya adalah pejabat koruptif. Saat ini  mata masyarakat tertuju ke Kejari Lhokseumawe yang sedang menyelidiki kasus ini. Apakah hukum bisa berlaku adil dan  tidak hanya menyasar masyarakat biasa,” ungkapnya. 

Namun disisi lain  ia meyakini  Kejaksaan Negeri Lhokseumawe akan bersikap objektif dan profesional dalam mengusut kasus. Apalagi  masyarakat dan mahasiswa terus memantau proses hukum yang sedang berlangsung. 

Informasi lain, Pemko Lhokseumawe melalui Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) telah menerima pengembalian dana proyek batu gajah pengaman pantai Cunda – Meuraksa tahun senilai Rp 4 miliar lebih pada Kamis (21/1/2020) lalu. 

“Dananya sudah dikembalikan pada Kamis kemari, namun jumlahnya saya belum tahu pasti,” ungkap Kepala BPKK Lhokseumawe Marwadi kepada wartawan beberapa waktu lalu. 

Sementara itu Humas Kejaksaan Negeri Lhoksuemawe Miftah SH kepada anteroaceh.com beberapa waktu lalu juga mengaku belum bisa memberikan informasi lebih lanjut soal kasus tersebut, karena saat ini tahapnya masih sebatas  pengumpulan barang bukti dan keterangan (Pulbaket) 

Namun ia mengakui, tim jaksa sudah ke lokasi untuk melihat hasil proyek dan telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, termasuk dari dinas terkait. “Kasus ini masih tahap Pulbaket , jadi belum masuk tahap penyelidikan,” singkatnya.

Komentar

Loading...