Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pengembangan Kasus Pesta Seks di Pidie, Polisi Bongkar Prostitusi Anak

Pengembangan Kasus Pesta Seks di Pidie, Polisi Bongkar Prostitusi Anak

SIGLI, ANTEROACEH.com – Berawal dari pengungkapan kasus pesta seks yang dilakoni oleh remaja dan anak dibawah umur beberapa waktu lalu di Gampong Reung-Reung, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, polisi berhasil menemukan fakta baru, yakni adanya prostitusi anak di daerah tersebut.

Baca: 4 Hari Pesta Seks di Rumah Kosong, Tiga Pasangan Digrebek Warga di Pidie

Berawal dari informasi yang diperoleh dari dua orang anak yang diamankan beberapa waktu lalu polisi akhirnya berhasil meringkus seorang terduga mucikara 

berinisial IR (38) warga Gampong Blang Paseh, Kecamatan Sigli. Ia diamankan di terminal terpadu Sigli, pada Selasa (13/10) malam, pukul 20.00 WIB.

IR diduga melakukan perdagangan anak. Selain itu polisi juga berhasil mengamankan dua pria diduga hidung belang yakni; IK (40) warga Kecamatan Indra Jaya, Pidie dan DN (26) warga Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh sementara I masih dalam pengejaran.

Kedua pria itu diamankan satu hari setelah penangkapan IR. Keduanya juga diamankan di dua lokasi berbeda.

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian melalui Kasatreskrim Iptu Ferdian Candra mengatakan penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan pengembangan perkara tindak pidana khalwat dan ikhtilat serta pengakuan zina yang digerebek warga beberapa waktu lalu di sebuah rumah kosong.

"Diperoleh fakta baru berdasarkan keterangan dua pelaku anak perempuan di bawah umur tersebut terkoneksi dengan jaringan prostitusi anak yang dikendalikan oleh seorang mucikari," ungkap Iptu Ferdian Candra dalam pers rilis yang diterima anteroaceh.com, Kamis (15/10/2020).

Ferdian melanjutkan, atas dasar pengembangan tersebut, diperoleh hasil gelar perkara adanya muncul tindak pidana lainnya yaitu TPPO dan TPPA.

"Dari keterangan kedua anak perempuan itu, mereka telah diperdagangkan oleh IR dari bulan Juli sampai September 2020 kepada tiga laki-laki hidung

belang dengan bayaran yang diterima keduanya sebesar Rp.200 ribu sampai Rp. 500 ribu," terang Iptu Ferdian.

Ketiga tersangka yang saat ini telah diamankan di Mapolres Pidie terancam 15 tahun penjara.

Komentar

Loading...