Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Penganiaya Polisi di Aceh Utara Ditangkap, Kapolres : Korban Masih Trauma 

Penganiaya Polisi di Aceh Utara Ditangkap, Kapolres : Korban Masih Trauma 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Penganiaaya Aipda DS,  anggota Polsek Meurah Mulia, Aceh Utara akhirnya ditangkap satuan Resmob Polres Lhokseumawe di Banda Aceh, tepatnya di sebuah warung dekat lokasi  tempat pendaratan ikan  (TPI) Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, pada Minggu (24/1/2021) siang.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto pada wartawan, Senin (25/1/2021) sore merangkan, ZF (26) menganiaya Aipda DS dengan sebilan samurai saat anggota Polsek Meurah Mulia itu sedang  melakukan tugas membubarkan para remaja bermain internet di sebuah warung di Gampong Geulumpang, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara pada 8 Januari 2020 lalu sekitar pukul 23.00 WIB. 

Korban dianiaya dengan gagang samurai hingga memar, bahkan handphone korban dirampas setelah sebelumnya korban diancam akan dibunuh dengan samurai panjang tersebut.  Setelah kejadian itu pelaku sempat hendak menyerahkan diri, namun akhirnya menghilang dari desa.

“ZF sempat 16 hari menghilang dari desa. Ternyata selama buron tersangka pergi melaut dan kebetulan beberapa hari lalu ia mendarat di TPI Lampulo Banda Aceh. Mendapat kabar itu, saya langsung tugaskan tim Resmob untuk menangkap tersangka,” jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya.

Dijelaskan, kasus  penganiayaan tersebut bermula saat korban DS mendapat telpon dari Geuchik Gampong Geulumpang meminta bantuan agar bisa membubarkan remaja yang sudah larut malam  bermain internet di sebuah warung. 

Namun saat korban bersama aparat gampong sedang membubarkan para remaja di warung itu, tiba-tiba muncul ZF dari arah belakang dan langsung menyerang korban dan beberapa aparat gampong. Kemudian pelaku menyasar korban yang kebetulan memakain seragam dinas, hingga korban terjatuh.

“Saat itulah korban dianiaya dengan pedang hingga kaki kiri korban terkilir, pinggang dan bagian punggung memar. Setelah itu pelaku pergi, tapi sesaat kemudian kembali mendatangi korban dan kembali menganiaya sambil mengancam akan membunuh korban. Saat itu pelaku merampas Hp korban kemudian kabur,” tambah Kapolres.

Korban Trauma Berat

Akibat kejadian itu korban sempat dirawat sebentar di rumah sakit  dan sampai saat ini korban masih trauma karena dianiaya dengan sebilah pedan samurai. Untung saat kejadian korban tidak dibacok. 

Pengakuan tersangka  ZF, selama ini kerap mengkonsumsi narkoba jenis sabu sehingga pikirannya sering tidak stabil dan kerap berbuat anarkis di desanya.  Kemudian pelaku berdalih  menganiaya karena korban telah  melarang remaja bermain wifi di warung desa tersebut.

Akibat perbuatannya itu, tersangka  dijerat Pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke 1e, ke 2e subs pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat RI no 12 tahun 1951 sub pasal 351 KUHpidana. hukuman paling lama 12 tahun penjara dan 10 tahun atas kepemilikan senjata tajam.

Komentar

Loading...