Pengakuan Antara Sekda  dan Kadis Soal Pecat Honorer Lumpuh Berbeda

Pengakuan Antara Sekda  dan Kadis Soal Pecat Honorer Lumpuh Berbeda
Sekdakab Pidie Jaya Ir Jailani

MEUREUDU, ANTEROACEH.com - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pidie Jaya Ir Jailani akhirnya menanggapi perkara Anita Safriani (32) honorer yang tidak diperpanjang SK nya karena sakit lumpuh.

Baca: Miris, Pemkab Pidie Jaya Pecat Pegawai Honorer Ini Karena Lumpuh 

Saat diwawancarai anteroaceh.com via telpon beberapa waktu lalu, Ir Jailani membantah Pemkab Pidie Jaya telah memecat janda anak tiga tersebut dari status Tenaga Harian Lepas (THL). Karena yang wanita tersebut masuk dalam list THL yang akan dimutasi ke tempat kerja baru.

“Tidak dipecat, SK nya akan diperpanjang, hanya saja beliau masuk dalam daftar THL yang akan kita mutasi, rencananya Anita kita tugaskan di Kantor Camat Trieng Gadeng, agar lebih dekat dengan tempat kerja dan beliau dalam kondisi sakit,” ungkap Jailani.

Baca: Ini Alasan Pemkab Pidie Jaya Tak Perpanjang SK Honor Janda  Miskin Penderita Tumor

Jailani mengaku saat ini SK untuk Anita dan sejumlah THL lain sedang digodok di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Kemungkinan sebelum Ramadan berakhir SK nya sudah diteken. 

Soal pernyataan Puteh A Manaf kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pidie Jaya  yang sebelumnya membenar  pemecatan terhadap warga Gampong Treusep, Kecamatan Tring Gadeng tersebut, Sekda meluruskan bahwa SK Anita tidak diperpanjang di dinas tersebut melainkan akan dipindahkan ke kantor lain.

“Maksud dari kepala dinas adalah, yang bersangkutan tidak lagi berdinas disitu, namun kita pindahkan ke kantor camat. Bahkan selama tidak masuk kerja, kita juga tetap bayar hak Anita, bahkan kepala dinas sudah menjenguk Anita di rumahnya,” pungkas Sekda.

Sebelumnya, dalam rekaman wawancara Kepala DPMPTSP Pidie Jaya, Puteh A Manaf membenarkan tidak memperpanjang kontrak Anita Safriani di tahun 2021, karena beberapa hal, pertama tidak masuk kerja sejak Juli 2020, artinya sudah  10 bulan lebih tidak masuk kantor.

Baca: Fadhil Rahmi Sambangi Anita Safriani Honorer Pemkab Pidie Jaya yang Dipecat karena Lumpuh

Kedua, Anita tidak pernah meminta izin, hanya  menyerahkan surat keterangan sakit dari dokter. Ketiga  kinerja  Anita selama di dinas tersebut jauh dari harapan. 

“Mungkin karena kondisinya kesehatan yang tidak baik, Itu berbagai pertimbangan  kenapa yang bersangkutan tidak diperpanjang SK  nya,” pungkas Puteh.

Bantah Dijenguk Kadis 
Anita Safriani kepada wartawan mengaku selama sakit sampai saat ini ia tidak pernah dijenguk oleh Puteh A Manaf Kepala  DPMPTSP Pidie Jaya, yang pernah hadir  hanya sesama teman kerja, itu sifatnya pribadi bukan mewakili dinas.

Janda miskin itu juga menjelaskan pernah menelpon pak kadis untuk mempertanyakan soal pemberhentianya sebagai THL. Saat itu  ia mendapat jawaban ketus dari Pak Puteh A Manaf , terkesan agar Anita menerima fakta telah dipecat.

“Pak Kadis tidak pernah menjenguk saya, dulu pernah saya telpon dan dia memberikan bahwa saya tidak diperpanjang SK dan apapun yang terjadi saya harus terima keputusan itu. dia sampaikan itu dengan nada tinggi, sampai saya heran mengapa kepala dinas ngomong tinggi seperti itu,” ungkap Anita.

Saat ini ia meminta keadilan dari Pemkab Pidie Jaya, agar dipekerjakan lagi sebagai honorer. Apalagi ia telah 11 tahun mengabdi, kenapa hanya lumpuh SK nya tidak diperpanjang  

“Saya butuh biaya untuk memberikan makan anak-anak dan untuk berobat. Saya minta tolong agar SK diperpanjang,” ujar Anita penuh harap.

Komentar

Loading...