Pengadaan Pupuk Gampong Jeumpa Barat Bermasalah

Pengadaan Pupuk Gampong Jeumpa Barat Bermasalah

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Pengadaan pupuk NPK senilai Rp.109 juta berumber dari dana desa Gampong Jeumpa Barat, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2020 diduga sarat masalah.

Pasalnya, hingga berakhir tahun 2020 pupuk yang diperuntukkan untuk petani desa tersebut tak kunjung tiba. Pengadaan pupuk itu kabarnya dilakukan oleh mantan Sekdes gampong setempat, Said Fahmi.

Menurut informasi yang diterima anteroaceh.com, pupuk berjumlah 11 ton lebih itu seharusnya paling lambat dibagikan pada 15 Desember 2020 lalu namun hingga tempo itu lewat pupuk tak kunjung tiba.

Baca : Pupuk Senilai Rp.109 Juta Tak Kunjung Tiba, Masyarakat Jeumpa Barat Abdya Tuding Mantan Sekdes Bohong

Baca Juga : Pupuk Senilai Rp.109 Juta Tak Kunjung Tiba, Begini Penjelasan Mantan Sekdes Jeumpa Barat Abdya

Pj Keuchik Gampong Jeumpa Barat, Azhar Has membenarkan pupuk NPK itu belum tersalurkan. 

Menurutnya Permasalahan itu juga sudah ditangani oleh Inspektorat.

"Masalah ini sudah ditangani oleh inspektorat. Tapi perjanjian antara rekanan dan Insprktorat sampai tanggal 15 Desember 2020, tapi faktaknya hingga kini juga belum disalurkan," Kata Azhar saat dihubungi anteroaceh.com, Rabu (6/1/2021).

Ia juga mengaku, sampai saat ini uang yang telah ditarik oleh rekanan juga belum dikembalikan ke rekening kas desa. 

Sementara itu, Kepala Inspektorat Abdya, Said Jailani mengatakan pihaknya sudah melakukan audit pengadaan pupuk itu dan benar ditemukan masalah dalam pelaksanannya karena barang tak kunjung tiba.

"Ia benar, masalah itu sudah kita tangani, sekarang sudah masuk dalam tahap pengembalian," ungkap Said Jailani saat ditanyai awak media. 

Kata Jailani, makna pengembalian yang dimaksud, pihak rekanan wajib mengembalikan anggaran yang ditemukan dalam hasil audit tersebut. 

"Untuk jadwal pengembaliannya selama dua bulan, terhitung dari 10 Desember 2020 lalu," jelasnya. 

Ia menyebutkan, hasil audit pengadaan pupuk NPK itu sudah diserahkan kepada Bupati dan kepada Geuchik Gampong Jeumpa Barat untuk ditindaklanjuti. 

"Rekanan harus mengembalikan anggaran itu dalam jangka dua bulan jika tidak maka sudah ranah instansi lain, bukan ranah kami lagi," pungkasnya.

Komentar

Loading...